Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PP Properti Suramadu Segera Bangun Kereta Gantung

Proyek Grand Sagara diuntungkan dengan makin terlihatnya program pengembangan kawasan pantai timur Surabaya yang berada di sisi pengembangan ekonomi Suramadu.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  10:36 WIB
Gambar proyek Grand Sagara yang dikembangkan PT PP Properti Suramadu. - Bisnis
Gambar proyek Grand Sagara yang dikembangkan PT PP Properti Suramadu. - Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA — Kesepakatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memajukan pariwisata Madura diyakini akan berdampak pada perkembangan ekonomi di kawasan Surabaya Timur yang menjadi bagian dari kawasan ekonomi baru Suramadu.

Apalagi, Pemkot Surabaya pembangunan proyek Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT) Surabaya yang akan memperluas akses transportasi dan mobilitas di kawasan timur segera rampung.

“Rencana pengembangan pariwisata Pulau Madura jelas akan berdampak langsung terhadap Suramadu di sisi Bangkalan maupun Surabaya. Bisnis hospitality akan berkembang pesat terutama di sisi Surabaya timur,” kata Satrio Sujatmiko, Project Director PT PP Properti Suramadu, melalui siaran pers, Jumat (24/1/2020).

Dia menambahkan bahwa ada dua proyek lain yang akan menaikkan kredibilitas kawasan Surabaya timur pada saat ini, yaitu pembangunan JLLT dan transportasi kereta gantung (cable car) yang saat ini dalam proses pembangunan.

“JLLT ini sangat strategis untuk memperkuat wilayah timur ke utara dan kebetulan proyek Grand Sagara ada dalam jangkauan proyek infrastruktur ini,” ujarnya.

Terkait dengan proyek Grand Sagara, ungkap Satrio, perseroan segera memulai pengembangan proyek kereta gantung yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) yang masuk dalam rancangan pengembangan infrastruktur Pemkot Surabaya.

“Pemancangan tahap satu ditargetkan pada akhir bulan ini. Masih menunggu kontraktornya. Paling lambat awal Februari lah. Kami berharap perkembangan ini menjadi pemicu tumbuhnya lingkungan hidup modern di timur Surabaya,” kata Satrio.

Direktur Realti PT PP Properti Tbk. Galih Santosa menilai proyek Grand Sagara diuntungkan dengan makin terlihatnya program pengembangan kawasan pantai timur Surabaya yang berada di sisi pengembangan ekonomi Suramadu.

Untuk itu, manajemen PT PP Properti Suramadu masih optimistis meraih penjualan unit apartemen pada tahun ini dari proyek properti terpadu, Grand Sagara di Surabaya dapat tumbuh sekitar 10 persen hingga 20 persen.

Grand Sagara memasarkan sekitar 1.040 unit apartemen dari pembangunan Adriatic Tower yang sudah terjual sekitar 45 persen. Adriatic merupakan menara pertama dari rencana pembangunan 14 menara apartemen, hotel, perkantoran, hingga ruang konvensi, dan pusat perbelanjaan di areal seluas 5,6 hektare.

Satrio mengatakan bahwa peluang untuk mendapatkan konsumen tetap ada dengan melakukan berbagai strategi pemasaran kepada calon pembeli.

“Dengan produk kami yang masuk segmen premium di Surabaya, tapi harganya masih tergolong murah yang cuma berkisar Rp17 juta per meter persegi, kami yakin punya keunggulan untuk menarik pasar,” katanya.

Poipulasi kelas menengah atas di Surabaya, tuturnya, sangat besar sehingga sangat potensial untuk menyerap proyek perdana yang hanya berjumlah 1.040 unit apartemen tersebut.

“Membeli apartemen Grand Sagara itu tidak hanya sebagai produk investasi, tapi juga prestige karena proyek ini dikembangkan menjadi landmark Surabaya dengan tinggi konstruksi mencapai 50 lantai yang dirancang bernuansa resor pantai,” tutur Satrio.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt pp properti jembatan suramadu
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top