Sertifikat Energi Terbarukan Jadi Insentif bagi PLN

Sertifikat energi terbarukan (renewable energy certificate) akan menjadi insentif bagi PT PLN (Persero) untuk mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  18:24 WIB
Sertifikat Energi Terbarukan Jadi Insentif bagi PLN
Warga melintas menggunakan kendaraan roda dua di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto dengan latar suasana matahari tenggelam (sunset) di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (23/10/2019). - ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA - Sertifikat energi terbarukan (renewable energy certificate) akan menjadi insentif bagi PT PLN (Persero) untuk mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).

Adapun renewable energy certificate akan dijual ke pelaku komersial dan industri. Sertifikat tersebut menjadi jalan bagi PLN untuk mengembangkan pembangkit EBT dengan lebih masif.

Hingga Desember 2019, kapasitas pembangkit EBT yang dioperasikan PLN sebesar 7.681 megawatt (MW). 

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas pembangkit listrik EBT hingga akhir 2019 tercatat mencapai 10.843 MW atau naik 376 MW dari tahun sebelumnya. 

Apabila dibandingkan dengan total kapasitas terpasang, porsi pembangkit EBT sebesar 15,6%. Seperti diketahui, Indonesia masih perlu menggenjot kapasitas pembangkit hijau  untuk mencapai porsi EBT sebesar 23% pada 2025.

Adapun PLN menargetkan kapasitas hingga lebih dari 15.000 MW pada 2028. 

"Memang ada renewable energy certificate ada insentif PLN untuk mengembangkan EBT lebih lanjut," katanya, Kamis (23/1/2020).

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk. Nurdiana Darus mengatakan selama ini perseroan tersebut membeli sertifikasi EBT dari pasar internasional. Dengan kemampuan PLN yang mampu menyediakan sertifikat EBT, Unilever Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan renewable energy certificate dalam negeri.

Apalagi, pembelian sertifikat domestik dinilai memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan luar negeri.

Selain membeli sertifikat EBT, Unilever Indonesia memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap sebesar 200 kWh yang memenuhi 20% kebutuhan energi tahunan perseroan.

"Kami ingin jadi lebih aktif dan harapannya harga jadi jauh lebih kompetitif daripada beli luar negeri," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, energi terbarukan

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top