Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ASDP Gelontorkan Rp600 Miliar untuk Kawasan Marina Labuan Bajo

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pihaknya melakukan sejumlah pengembangan di kawasan marina Labuan Bajo tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  15:11 WIB
Dirut ASDP Indonesi Ferry Ira Puspadewi
Dirut ASDP Indonesi Ferry Ira Puspadewi

Bisnis.com, LABUAN BAJO -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghabiskan investasi hingga Rp600 miliar untuk pengembangan Kawasan Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pihaknya melakukan sejumlah pengembangan di kawasan marina Labuan Bajo tersebut.

Sejumlah fasilitas yang dikembangkan yakni Hotel Inaya Bay Komodo yang pengelolaannya dikerjasamakan dengan BUMN Hotel Indonesia Grup (HIG) termasuk convention hall untuk kegunaan meeting, incentives, conferencing, and exhibitions (MICE) dengan kapasitas 1.000 orang.

Kawasan Marina Bay dan beach club yang melibatkan komunitas internasional, floating restaurant, area komersial, dan pengembangan dermaga penyeberangan.

Dia memperinci total investasi Rp600 miliar digunakan untuk pengembangan Hotel Inaya Bay termasuk MICE dan kawasan komersial Rp475 miliar, dermaga dan terminal penyeberangan Rp57 miliar, serta kawasan Marina dan Beach Club sebesar Rp68 miliar.

"Kalau kami yang ada dalam kontrol kami, total itu Marina Bay selesai Desember 2020, kemudian ada terminal ferry, ini kan dermaga lama, yang ASDP yang dibongkar, yang baru sudah ada tapi terminal lamanya baru dibongkar. Terminal penyeberangan penumpang itu nanti Juni 2021 selesainya," terangnya.

Pembangunan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai diselesaikannya pembangunan Hotel Inaya Bay pada April 2020 termasuk convention hall, lalu Kawasan Marina pada Desember 2020 dilanjut pada terminal dan dermaga penyeberangan Labuan Bajo pada Juni 2021.

Dermaga penyeberangan dikembangkan agar dapat disandari oleh 2 kapal ferry dengan ukuran di atas 10.000 GT yang dilengkapi movable bridge dan dermaga pelengsengan.

Kawasan dikelola oleh PT Indonesia Ferry Properti anak usaha kombinasi dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk.. PT PP pun menjadi pengembang dalam pengerjaan proyek kawasan tersebut.

"Jadi Kawasan Marina Labuan Bajo adalah kawasan terintegrasi di mana kita berharap ini akan jadi destinasi wisata baru di Labuan Bajo. Labuan Bajo satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang sudah ditetapkan Presiden," terangnya.

Dari hasil survei konsumen yang dilakukannya, waktu yang dihabiskan wisatawan di Labuan Bajo sangat pendek hanya berkisar 1,7 hari. Wisatawan lebih banyak menghabiskan waktunya di atas kapal.

Dia berharap dengan pengembangan kawasan premium yang dapat dipakai kapal yatch tersebut dapat meningkatkan waktu tinggal di Labuan Bajo.

"Sementara kita tahu pembangunan pariwisata idealnya memberikan dampak ekonomi lebih besar, maka ketika ada visi membangun destinasi baru pariwisata kita harap orang terekspos dengan potensi lain tak hanya pulau sekitar sini tapi juga di Manggarai Barat atau di mana Labuan Bajo ini ada," paparnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp labuan bajo
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top