Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Pertumbuhan Belanja Negara Terhadap Penurunan Kemiskinan Hanya Sementara

Dampak dari pertumbuhan belanja negara terhadap penurunan angka kemiskinan dinilai belum menyentuh seluruh rumah tangga miskin.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  21:18 WIB
Menkeu Sri Mulyani (tengah) memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa (7/1/2020). - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menkeu Sri Mulyani (tengah) memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa (7/1/2020). - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Dampak pertumbuhan belanja negara terhadap penurunan angka kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran dinilai hanya bersifat temporer.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan dampak dari pertumbuhan belanja negara terhadap penurunan angka kemiskinan belum menyentuh seluruh rumah tangga miskin.

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan tidak bisa diklaim keberhasilannya dari APBN, mengingat banyak faktor yang memberikan dampak penurunan kemiskinan, seperti tersedianya pekerjaan informal dan warung yang tersambung di aplikasi digital.

“Yang buka kesempatan kerja di sektor informal ini bukan hanya pemerintah, tapi anak-anak muda yang menciptakan startup,” tutur Bhima, Senin (13/1/2020).

Dia melanjutkan dilihat dari porsi belanja APBN, alokasi yang makin besar justru terdapat di pos belanja pegawai dan belanja barang. 

Adapun beberapa program penting yang dipandang cukup berhasil dan perlu dilanjutkan adalah program pendidikan Indonesia Pintar dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra).

Sementara itu, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih perlu dievalusi terkait mekanisme penyaluran sasaran dan operasional di lapangan. Misalnya, prosedur BPJS Kesehatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang banyak dikeluhkan karena rumit.

Bhima menambahkan tantangan APBN adalah mendorong porsi belanja perlindungan sosial yang lebih besar, sekaligus belanja modal, supaya pembangunan yang dilakukan dapat memberikan multiplier effect kepada penduduk miskin.

“Jangan sampai habis untuk belanja birokrasi yakni belanja pegawai, barang dan belanja pembayaran utang,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn kemiskinan
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top