Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Bidik Lapangan Migas di UEA

PT Pertamina (Persero) membidik salah satu lapangan minyak dan gas bumi di Uni Emirat Arab untuk meningkatkan pasokan minyak mentah di dalam negeri.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  15:35 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Didik Suhartono
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membidik salah satu lapangan minyak dan gas bumi di Uni Emirat Arab untuk meningkatkan pasokan minyak mentah di dalam negeri.

Sekretaris Perusahaan Tajudin Noor mengatakan dalam rangka meningkatkan keamanan pasokan minyak mentah (crude oil) dalam negeri, Pertamina memang mencari aset migas di berbagai tempat, termasuk potensi yang ada di UEA.

"Kami mencari aset migas dimana aja termasuk potensi di UEA," katanya, saat dihubungi Bisnis, Sabtu (11/1/2020).

Langkah Pertamina mencari aset migas, khususnya di UEA, sebelumnya diungkapkan oleh Duta Besar Indonesia Untuk UEA Husin Bagis. Seusai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Husin mengatakan selain kerja sama kilang dan pembangkit listrik, Pertamina juga menjajaki adanya aset migas.

"Kita minta sih kesana. Kalau boleh yang sudah eksplorasi yang menarik dan siap pakai. Maksudnya kalau ada ladang di Abu Dhabi yang oke, kasih lah ke kita [Pertamina]," katanya. 

Terkait rencana penjajakan aset migas di UEA, Tajudin menunggu hasil kunjungan kerja resmi Presiden Joko Widodo. 

"Ya tergantung pembicaraan nanti. Namun kami harapkan akan lebih mulus karena ada unsur goverment to goverment-nya," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyiapkan anggaran senilai US$150 juta untuk mengakuisisi blok minyak dan gas pada 2020 yang kemungkinan mengarah pada wilayah kerja di Afrika.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan investasi anorganik hulu migas diarahkan untuk menambah aset blok migas. Dalam rapat kerja antara Pertamina dan Komisi VII DPR belum lama ini, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memaparkan rencana investasi hulu migas pada 2020.

Total anggaran investasi Pertamina 2020 sebesar US$7,8 miliar, yang terbagi untuk sektor hulu migas sebesar US$3,7 miliar. Khusus investasi organik atau peningkatan produksi migas, Pertamina menyiapkan US$3,57 miliar, sementara investasi anorganik atau pengembangan bisnis hulu senilai US$150 juta.

“Betul, [anggaran investasi anorganik] untuk akuisisi,” katanya lewat pesan singkat, Rabu (11/12/2019).

Kendati tidak menyebut secara rinci, Dharmawan mengatakan fokus akuisisi aset diarahkan pada blok migas yang mendekati produksi ataupun blok migas produksi.

Pertamina terakhir kali mengambil alih aset migas di negara lain pada 2017. Sejauh ini, perseroan mengakuisisi 64,46% saham perusahaan migas Perancis, yakni Maurel&Promm. Dengan akuisisi ini, Pertamina memiliki aset migas yang tersebar di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kanada, Myanmar, Italia, Kolombia dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina produksi migas
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top