Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AKR Kembali Salurkan Solar Bersubsidi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa PT AKR Corporindo Tbk. telah kembali menyalurkan jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak solar alokasi 2020 sebanyak 234.000 kiloliter (kl). 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  10:15 WIB
SPBU BP-AKR. - www.akr.co.id
SPBU BP-AKR. - www.akr.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa PT AKR Corporindo Tbk. telah kembali menyalurkan jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak solar alokasi 2020 sebanyak 234.000 kiloliter (kl). 

Padahal, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum merevisi Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan. 

Beleid inilah yang sebenarnya sempat dipermasalahkan AKR sehingga badan usaha ini menghentikan penyaluran solar bersubsidi 2019 pada April lalu. 

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan AKR sudah menyalurkan JBT minyak solar di 24 lembaga penyalur. “Saya sudah dapat laporan, hingga tanggal 3 Januari sudah menyalurkan JBT [solar bersubsidi] melalui 24 lembaga penyalur,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (7/1/2020). 

Terkait usulan revisi formula harga dasar JBT dan JBKP, Kementerian ESDM telah mengajukan usulan surat permohonan penyesuaian formula harga solar subsidi kepada Kemenkeu. Pasalnya, berdasarkan Pasal 14 ayat (3) Peraturan Presiden No.43/2018 disebutkan formula harga ditetapkan setelah mendapatkan pertimbangan menteri yang menyelenggarakan usulan pemerintah di bidang keuangan negara. 

Adapun, surat dari Kementerian ESDM sudah dilayangkan sejak 27 September 2019. Surat yang dilayangkan kepada Kementerian Keuangan terkait permohonan pertimbangan atas usulan revisi Formula Harga Dasar Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Tertentu Jenis Minyak Solar (gasoil). 

Dalam surat tersebut, Kementerian ESDM mengusulkan penyesuaian formula harga dasar solar subsidi, yang semula 95% Harga Indeks Pasar (HIP) Minyak Solar + Rp802 per liter menjadi 100% HIP Minyak Solar + Rp802 per liter. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar bersubsidi akr corporindo
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top