Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Taiwan Bakal Masuk, Kemenperin Cari Lahan 50.000 Hektare

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sedang mencari 50.000 hektare lahan untuk merampungkan proses investasi di sektor gula industri nasional.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  09:28 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - ANTARA
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan pemerintah tengah membantu proses masuknya investasi dari Taiwan, antara lain Taiwan Sugar Company (TSC) dan China Petroleum Corporation (CPC).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sedang mencari 50.000 hektare lahan untuk merampungkan proses investasi di sektor gula industri nasional. Kemenperin mendata saat ini telah ada kepala daerah yang sudah bersedia bekerja sama membantu proses investasi TSC.

“Mereka [TSC] sangat berminat, bahkan mereka sudah survei lapangan. Saya bisa yakinkan satu daerah itu sudah [bisa ditempati TSC],” ujarnya, Senin (6/1/2020).

Adapun, kebutuhan 50.000 hektare tersebut terdiri dari 30.000 ha untuk pabrik dan kebun inti dan 20.000 ha untuk kebun plasma. Kapasitas produksi raw sugar yang direncanakan sebanyak 2 juta ton per tahun. Produksi gula diperuntukkan pasar dalam negeri.

Investasi akan dilakukan pihak BUMN Taiwan dengan perusahaan lokal melalui skema 40% BUMN Taiwan, 30% perusahaan lokal Indonesia, dan 30% perusahaan lokal Taiwan.

Agus menyampaikan pihaknya juga merekomendasikan TSC untuk menggunakan dan merevitalisasi pabrikan gula dengan utilitas rendah maupun yang tidak beroperasi.

Selain TSC, Agus menyatakan investasi CPC saat ini telah menemukan titik terang. Pasalnya, Kementerian BUMN telah Memerintahkan PT Pertamina (Persero) untuk menyediakan lahan dan memasok kebutuhan bahan baku dalam memproduksi barang petrokimia oleh CPC.

Agus menyampaikan ada kemungkinan untuk mengundang pihak ketiga dalam pengembangan produksi Nafta. Namun, Agus menilai pihaknya keberadaan pihak ketiga tidak signifikan dalam proses investasi CPC  dengan Pertamina.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono sebelumnya mengakui bahwa penyediaan lahan bagi pengembangan pusat industri petrokimia seringkali menjadi tantangan.

Hal itu juga terjadi dalam rencana pengembangan pabrik naphta cracker oleh China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi asing
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top