Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cuaca Ekstrem di NTT, KSOP Kupang Larang Kapal Ternak Berlayar

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kupang Azwar Anas mengatakan pelarangan itu mengacu pertimbangan keselamatan pelayaran. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  10:40 WIB
Kapal Ternak KM Cemara Nusantara 5 berlabuh di pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Senin, 6 Agustus 2018. - Antara/Kornelis Kaha
Kapal Ternak KM Cemara Nusantara 5 berlabuh di pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Senin, 6 Agustus 2018. - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, KUPANG - Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kupang melarang kapal-kapal pengangkut ternak beroperasi untuk sementara akibat cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kupang Azwar Anas mengatakan pelarangan itu mengacu pertimbangan keselamatan pelayaran. 

"Untuk sementara kapal-kapal tidak boleh memuat ternak seperti sapi, kuda, kerbau, dan lainnya antarprovinsi yang jaraknya jauh,” katanyadalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang seperti dikutip Antara, Senin (6/1/2020).

Dia menjelaskan kondisi ruang muatan atau rendahnya dek geladak kapal pengangkut ternak pada umumnya sangat berisiko masuknya air ke dalam kapal saat cuaca buruk.

Selain itu, muatan hewan juga sangat rawan bergeser saat menghadapi gelombang tinggi sehingga bisa berdampak pada kehilangan keseimbangan kapal.

“Di sisi lain jarak tempuh yang jauh juga akan membutuhkan waktu lebih lama sehingga berdampak pada pembekalan hewan karena keterbatasan daya angkut,” katanya.

Untuk itu, dia meminta agar setiap pembatalan kapal atau tindakan nakhoda bila tidak melanjutkan pelayaran supaya segera melapor ke KSOP Kupang.

Dia mengatakan terhadap surat permohonan pemberangkatan kapal akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca laut yang mengacu pada keselamatan pelayaran dan prakiraan cuaca dari BMKG.

Wilayah perairan NTT dilaporkan rawan terhadap pelayaran karena berdasarkan prakiraan BMKG Kupang, tinggi gelombang mencapai 4 meter dalam beberapa hari ke depan.

"Kondisi ini dipicu tekanan rendah di barat Australia dan adanya pola siklonik di Laut Banda," kata Kepala Stasiun Meteorologi Matirim Tenau, Ota Welly J Thalo di Kupang, Minggu (5/1/2020).

Wilayah-wilayah perairan laut di provinsi berbasis kepulauan itu yang berpotensi terjadinya gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter adalah Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Kupang hingga Rote Ndao.

"Selain itu juga di perairan Laut Sawu bagian utara, Samudera Hindia selatan Kupang-Rote dan Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cuaca ekstrem kapal perintis

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top