Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belanja Pemerintah Masih Pro Cyclical

Agar kebijakan belanja sesuai dengan arah pemerintah, Kementerian Keuangan perlu melakukan kajian ulang terhadap belanja yang dilakukan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  17:43 WIB
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan belanja yang dilakukan pemerintah saat ini disebut masih pro-cyclical.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Periode 2013 - 2014 Chatib Basri saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, kebijakan belanja yang dilakukan pemerintah masih cenderung pro siklus (pro-cyclical). Hal tersebut terlihat dari sikap pemerintah yang akan langsung menghemat belanja apabila pertumbuhan ekonomi atau penerimaan pajaknya menurun.

"Padahal, seharusnya belanja ini harus didorong lagi sesuai dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin counter cyclical,"ujarnya.

Agar kebijakan belanja sesuai dengan arah pemerintah, ia menilai Kementerian Keuangan perlu melakukan kajian ulang terhadap belanja yang dilakukan. Menurutnya, persoalan belanja yang dihadapi pemerintah saat ini disebabkan oleh kualitas belanja yang rendah, bukan jumlah anggaran.

Ia menilai, ada kegiatan belanja yang tidak berdampak apapun terhadap pertumbuhan ekonomi menurutnya bisa dikurangi. Ia mencontohkan alokasi untuk tunjangan guru dan dana alokasi ke daerah yang dinilai tidak memiliki pengaruh positif pada ekonomi.

Menurutnya, alokasi sektor ini, dapat diberikan ke bidang lain yang akan menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Contohnya belanja modal bisa ditambahkan. Belanja ini kan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,"katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja negara
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top