Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Kilang Bontang : Mitra Baru Berpeluang Masuk

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal pengembangan proyek Kilang Bontang akan melibatkan investor dari Uni Emirat Arab.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  20:08 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal pembangunan Kilang Bontang akan melibatkan investor dari Uni Emirat Arab.

Dalam proyek tersebut, PT Pertamina (Persero) telah bekerja sama dengan perusahaan migas asal Oman, yakni Overseas Oil and Gas (OOG) LLc. Pembangunan kilang ditanggung sepenuhnya oleh OOG, sementara Pertamina memperoleh golden share 10% sekaligus sebagai offtaker beberapa produk.

"[Mitra di Kilang Bontang] sangat bisa berubah. Sudah berapa tahun ini? Nanti investor dari Abu Dhabi masuk," katanya, Selasa (10/12/2019).

Sebelumya, perkembangan terakhir dari OOG ialah mengadakan kick-off meeting bankable feasibility study (BFS) dengan konsultan Técnicas Reunidas untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Bontang pada 15-17 Juli 2019 di Kantor Pusat TR, Madrid, Spanyol.

Kick-off meeting dibuka oleh TR dan dihadiri oleh petinggi dari Overseas Oil & Gas (OOG) Khalfan Al Riyami sebagai Chairman OOG, Syekh Hamyar dan Jayakrishnan Nampoothiri sebagai Board of Director, Hwal Won Tsur sebagai Head of Technical, serta Ronny Rianto sebagai President OOG Far East.

Pertamina sebagai partner OOG mendapatkan undangan yang diwakili oleh Iwan Priyono (Lead of RU Development), Achmad Syafi`udin (Engineer GRR Bontang), dan Hanafi Basri (Advisor GRR Bontang).

Pada acara tersebut, dibahas tentang pelaksanaan BFS yang memakan waktu hingga 5 bulan dimulai setelah pihak OOG melengkapi data-data yang diperlukan.

Garis besar pelaksanaan BFS meliputi market & logistic study selama 2 bulan, process configuration selama 4 bulan, dan economic modelling selama 2 bulan dengan ketiga proses dilakukan semi paralel.

Dalam pertemuan ini, pihak TR memerlukan data-data seperti kapasitas target di mana kapasitas target yang disampaikan dalam TOR adalah minimum 300.000 bpd, diesel dengan spesifikasi Euro V, serta Jet-fuel dengan spesifikasi Jet A-1.

Untuk process configuration, telah disampaikan beberapa unit proses sebagai initial bases, antara lain CDU, HVU, CCR Reforming, Isomerization FCC, Hydrocracker, dan lain sebagainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina Luhut Pandjaitan Kilang Bontang
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top