Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sertifikasi Bangunan Hijau Ditargetkan Naik 10 Persen per Tahun

Jika bisa tercapai, target akan ditingkatkan menjadi 20% dalam tiga tahun ke depan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Desember 2019  |  18:15 WIB
Ilustrasi green building - Reuters
Ilustrasi green building - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – International Finance Corporation World Bank Group (IFC) menargetkan untuk meningkatkan jumlah sertifikasi bangunan hijau sebanyak 10% setiap tahunnya. Jika bisa tercapai, target akan ditingkatkan menjadi 20% dalam tiga tahun ke depan.

East Asia Green Building Program Lead IFC Sandra Pranoto, menyebutkan bahwa tahun ini sudah ada sekitar 100 bangunan dan proyek yang disertifikasi. Jumlah ini terus naik dibandingkan dengan pada sedekade lalu di mana belum ada satu pun bangunan yang bersertifikasi green building.

“IFC melihat ada pertumbuhan tren di pembangunan green building ini. Kita ingin juga bekerja sama dengan pemerintah misalnya dengan mewajibkan konsep green building atau jika gedungnya tidak “hijau” tidak dapat IMB [Izin Mendirikan Bangunan],” kata Sandra, Jumat (6/12).

Dari kerja sama dengan pemerintah, Sandra menjelaskan, hingga saat ini IFC sudah melakukan penilaian dan pengembangan gedung hijau di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Harapannya, semakin ke depan konsep green building bisa tersebar di Seluruh Indonesia.

Dalam program green building, IFC menyebut hanya akan berinvestasi pada gedung yang memenuhi kriteria. Pada 2020, rencananya IFC akan membagi 35% pangsa pendanaannya untuk membiayai pembangunan hijau di seluruh dunia, termasuk bangunan hijau, melalui institusi finansial.

Sandra menambahkan, bahwa ke depan perlu ada edukasi terus menerus mengenai pengembangan green building. Pasalnya, seharusnya konsep tersebut bisa membuat bangunan menjadi lebih efisien secara ekonomi dan nyaman ditempati.

“Saat ini kebanyakan proyek yang kerja sama dengan kami masih apartemen dan perumahan kecil-kecil. Ke depan kami tertarik juga untuk membantu pengembangan berskala kota,” lanjut Sandra.

Chief Industry Specialist IFC Prashant Kapoor menambahkan, saat ini yang menjadi tantangan dalam pengembangan bangunan hijau adalah banyaknya orang masih awam untuk mengetahui apakah suatu bangunan sudah “green” atau belum,

“Padahal sebetulnya caranya mudah, ada software, dan tool-nya. Kami sudah bangunkan website dan semuanya gratis. Tadinya semua bingung cara ukurnya, dalam website itu sekarang bisa seperti kalkulator dan bisa memberi saran bagaimana pengembangan bisa lebih hijau selanjutnya,” ungkap Prashant.

Adapun, IFC berharap ke depannya bisa melakukan sertifikasi per bangunan, bukan sendiri-sendiri atau per proyek. “Saya rasa masyarakat akan sangat terbantu juga jika menerapkan green buildings. Karena dengan being green bisa meningkatkan efisiensi mereka dan meningkatkan nilai rumah juga,” imbuh Sandra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

green building
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top