Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditjen Bea Cukai Terus Monitor Modus Penyelundupan Melalui Pesawat Baru

Terakhir, Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan dua buah sepeda lipat merek Brompton yang disembunyikan pada lambung pesawat Airbus A330-900 seri Neo.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  17:20 WIB
Motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diamankan oleh Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Bisnis - Lorenzo Mahardhika
Motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diamankan oleh Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Bisnis - Lorenzo Mahardhika

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelundupan barang melalui pengantaran pesawat baru merupakan modus operasi terbaru yang akan terus dimonitor oleh pihak berwenang.

Terakhir, Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan dua buah sepeda lipat merek Brompton yang disembunyikan pada lambung pesawat Airbus A330-900 seri Neo.

Pesawat tersebut merupakan salah satu yang dibeli oleh Garuda Indonesia dan diantar melalui penerbangan dari pabrik Airbus ke hangar PT GMF, 17 November 2019.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, selama ini pihaknya terus memonitor seluruh barang-barang yang masuk pada setiap penerbangan. Hal ini mencakup pengantaran pesawat baru ke Indonesia.

"Ini merupakan salah satu upaya penyelundupan yang kami teliti. Mungkin mereka [penyelundup] berasumsi karena bukan penerbangan reguler, maka tidak akan diperiksa. Saya apresiasi ketelitian para petugas di lapangan," katanya di Kantor Kementerian Keuangan pada Kamis (5/12/2019).

Ia melanjutkan, setelah berhasil menguak kasus dengan modus seperti ini, pihaknya akan semakin meningkatkan pengawasan terhadap modus-modus baru yang kemungkinan akan muncul dan digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Heru juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengetahui ketentuan kepabeanan yang sudah ada dan mengikutinya. Pihaknya selalu siap membantu orang-orang yang menginginkan penjelasan tambahan terkait hal ini.

Selain itu, ia juga meminta untuk masyarakat yang gemar membeli barang mewah untuk berpikir lebih jauh ke depan. Selain biaya pembelian, mereka juga harus menyiapkan bea masuk dan pajak yang akan ditanggung.

"Di tengah penerimaan pajak yang menurun, saya harapkan masyarakat juga bisa membantu kami dengan kepatuhannya membayar pajak dan bea," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor ilegal
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top