Layani Umrah dari Lombok, Lion Air Pakai Pesawat Baru A330-900NEO

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan umrah 2019 ditandai dengan pengoperasian Airbus 330-900NEO, sebagai pesawat terbaru berbadan lebar dan operator pertama di Asia Pasifik yang menggunakan armada itu. 
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  19:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group menggunakan Airbus A330-900NEO untuk melayani penerbangan umrah dari Mataram melalui Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat ke Jeddah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan umrah 2019 ditandai dengan pengoperasian Airbus 330-900NEO, sebagai pesawat terbaru berbadan lebar (wide body) dan operator pertama di Asia Pasifik yang menggunakan armada ini. 

"Kami menyampaikan selamat menjalankan ibadah kepada jamaah pertama atas pilihan terbang bersama Lion Air. Bersama mitra perjalanan (tour and travel), kami bisa mewujudkan mimpi beribadah ke tanah suci dengan menawarkan harga terjangkau," katanya  dalam siaran pers, Rabu (4/12/2019).

Dia menargetkan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari 85% pada layanan umrah 2019. 

Keseriusan ini seiring bentuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umrah berdasarkan sistem terstruktur dan komprehensif antara perawatan pesawat, operasional di bandara, serta keputusan cepat dan tepat guna meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan.

Hal yang dilakukan antara lain pengaturan pergerakan jemaah dan pesawat, koordinasi intensif bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran setiap hari, mengaplikasikan standar prosedur pengoperasian pesawat udara menurut aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya.

Dia mengklaim telah memenuhi dan menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional.

Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan.

Lion Air mengoperasikan tiga Airbus 330-300 (440 kursi) dan dua Airbus 330-900neo (436 kursi). Rata-rata pesawat berusia muda. Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik dan laik terbang (airworthy for flight).

Pengoperasian Airbus 330-900NEO menjadi bagian dari langkah strategis Lion guna memperkuat pengembangan bisnis penerbangan jarak jauh (long haul) yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 13 perjalanan tanpa henti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air, umrah

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top