LAPORAN DARI INGGRIS : Yuk, Intip Keseruan Menhub Menjajal Transportasi Publik di London

Akankah pengalaman Menhub mencoba moda transportasi publik di London, Inggris, jadi inspirasi untuk membangun sistem transportasi publik terintegrasi dan mumpuni Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur?
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 30 November 2019  |  10:48 WIB
LAPORAN DARI INGGRIS : Yuk, Intip Keseruan Menhub Menjajal Transportasi Publik di London
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) saat mencoba penyewaan sepeda di London, Inggris. - Bisnis/Ana Noviani

Bisnis.com, LONDON - Cuaca kota London yang dingin tak menyurutkan semangat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal sejumlah moda transportasi publik London, seperti sepeda dan mass rapid transit (MRT) di sela-sela Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) ke-31.

Pada Rabu pagi (27/11/2019) waktu setempat, Menhub mencoba penyewaan sepeda yang lokasinya tepat di seberang markas besar IMO di kawasan jalan Albert Embankment, Lambeth, London, Inggris.

Di lokasi itu sepeda yang disewakan berjejer dengan rapih dan terkunci di palang-palang besi. Untuk menggunakannya, Menhub mencoba menyewa sepeda di halte Cycles Vauxhall Fire Brigade Pier.

Jejeran sepeda di tempat penyewaan sepeda London, Inggris./Bisnis-Ana Noviani

Cukup mudah untuk menyewa sepeda di sana, tinggal memilih opsi 'hire a cycle' di mesin otomatis, lalu membayar dengan kartu, mencetak kode sepeda, dan mengambil sepeda setelah memasukan kode di docking.

Biaya sewa sepeda di London bisa dibilang ekonomis untuk standar Eropa, yaitu hanya 2 pound sterling. Namun, apabila dikonversi menjadi rupiah nilainya sekitar Rp36.000.

Perlu dicatat bahwa pembayaran transportasi masal di London tidak lagi menggunakan uang tunai, tetapi kartu yang memiliki teknolgi sentuh (tap), seperti Oyster.

Salah satu plang penyewaan sepeda di London, Inggris./Bisnis-Ana Noviani

Kartu berwarna biru putih itu dirancang oleh otoritas Transport of London sebagai kartu serbaguna untuk membayar beragam moda transportasi publik di London, seperti London Underground atau MRT, bus dan double decker, docking light railways, London Overground, Tramlink, dan river boat.

"Penyewaan sepeda seperti ini memberikan alternatif sarana transportasi bagi warga London. Cara pembayarannya juga sangat mudah," ucap Budi Karya.

Stasiun kereta bawah tanah St. James Park di London, Inggris.-Bisnis/Ana Noviani

Usai transaksi dan mengambil sepeda, Menhub dan beberapa delegasi Indonesia segera mengayuh sepeda di sekitar lokasi tersebut. Lantas, sepeda dikembalikan ke lokasi penyewaan semula.

Puas bersepeda, Budi Karya sedianya mencoba mengarungi Sungai Thames dengan kapal dari Millbank Millenium Pier yang letaknya tak jauh dari kantor IMO. Sayang, karena keterbatasan waktu, rencana itu dibatalkan.

Dari situ, Menhub beranjak menuju stasiun kereta bawah tanah St. James Park di kawasan Broadway, London. Dari situ, Menhub menuju stasiun Farringdon yang berjarak sekitar 8 stasiun yang ditempuh sekitar 30 menit. Untuk jarak tersebut, biaya yang dikenakan TFL sebesar 4,8 pound sterling atau sekitar Rp86.400.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) ketika mencoba kereta bawah tanah di London, Inggris./Bisnis-Ana Noviani

Jaringan kereta London Underground sudah mulai beroperasi sejak 10 Januari 1863 dan mulai menggunakan kereta listrik sejak 1890. Kini, jaringan London Underground memiliki total 270 stasiun yang menghubungkan jalur sepanjang 402 kilometer.

"Kita juga sudah ada MRT, London Underground ini inspirasi kita untuk meninggalkan transportasi pribadi ke transportasi publik," kata Menhub.

Akankah pengalaman Menhub mencoba moda transportasi publik di London, Inggris, jadi inspirasi untuk membangun sistem transportasi publik terintegrasi dan mumpuni Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur? Kita tunggu saja...

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menteri perhubungan

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top