Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kecelakaan Kapal Niaga Merebak, Menhub Siapkan 2 Skenario Kebijakan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan faktor keselamatan dalam transportasi laut dimulai dari pelabuhan, yakni penerbitan surat perintah berlayar (SPB).
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 29 November 2019  |  09:55 WIB
Kapal tenggelam - Ilustrasi/Antara
Kapal tenggelam - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, LONDON - Kementerian Perhubungan mengkaji dua skenario untuk membenahi penerbitan surat perintah berlayar guna meningkatkan aspek keselamatan transportasi laut di Tanah Air.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan faktor keselamatan dalam transportasi laut dimulai dari pelabuhan, yakni penerbitan surat perintah berlayar (SPB). Saat ini, kewenangan untuk menerbitkan surat itu ada di tangan badan usaha pelabuhan khusus untuk terminal khusus.

"Tapi memang jujur, tersus [terminal khusus] kita itu banyak sekali dan dikelola oleh banyak pihak," ucapnya di sela-sela menghadiri Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) ke-31 di London, Inggris, Rabu (27/11/2019).

Budi menuturkan Kemenhub sedang mengkaji opsi untuk melakukan konsolidasi terhadap terminal-terminal khusus di seluruh Indonesia. Konsolidasi yang dimaksud ialah dengan membentuk kluster sehingga tersus bisa bertransformasi menjadi BUP dan Kemenhub bisa menempatkan orang di sana.

Opsi kedua, lanjutnya, tersus harus diawasi oleh pihak ketiga yang independen, misalnya PT Surveyor Indonesia yang akan melakukan inspeksi sehingga praktik penerbitan surat perintah berjalan sesuai dengan regulasi pemerintah.

Dalam forum IMO, topik soal keselamatan aktivitas pelayaran dan maritim juga menjadi sorotan di samping isu soal teknologi dan lingkungan.

Terkait dengan aspek keselamatan, keamanan pelayaran, dan perlindungan maritim, Indonesia juga telah mengoptimalkan pemanfaatan Marine Electronic Highway (MEH) di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Marine Electronic Highway (MEH) Demonstration Project adalah salah satu project yang dilaksanakan atas kerja sama antara tiga negara pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dengan World Bank, International Maritime Organization (IMO), International Hydrographic Organization (IHO), the International Association of Independent Tanker Owners (INTERTANKO) dan the International Chamber of Shipping (ICS).

Pemanfaatan MEH dilakukan melalui penyediaan data arus, pasang surut dan angin (current, tide and wind data), serta pelayanan terkait lainnya.
 
MEH Data Centre berlokasi di Batam, sedangkan data-data berasal dari sensor station yang tersebar di tiga negara pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub kapal tenggelam
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top