Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulog Kejar Serapan Beras pada Akhir Tahun

Perum Bulog menyatakan pihaknya masih terus melaksanakan penyerapan beras sampai akhir tahun untuk cadangan beras pemerintah (CBP). Kendati demikian, volume serapan kerap berfluktuasi seiring meningkatnya harga gabah di tingkat petani.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 26 November 2019  |  20:00 WIB
Petugas memeriksa beras di gudang Perum Bulog Divre Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kecamatan Alak, Kota Kupang. - Antara/Aloysius Lewokeda
Petugas memeriksa beras di gudang Perum Bulog Divre Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kecamatan Alak, Kota Kupang. - Antara/Aloysius Lewokeda

Bisnis.com, JAKARTA —  Perum Bulog menyatakan pihaknya masih terus melaksanakan penyerapan beras sampai akhir tahun untuk cadangan beras pemerintah (CBP). Kendati demikian, volume serapan kerap berfluktuasi seiring meningkatnya harga gabah di tingkat petani.

"Kami masih serap dengan jumlah yang fluktuatif. Harga gabah kan sudah mulai mahal. Kalau harga pembelian kami sudah diatur, tidak bisa melampaui yang ditetapkan. Harga beras di Rp8.030 per kilogram dan gabah Rp4.070 kilogram," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, Selasa (26/11/2019).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kenaikan harga gabah selama Oktober 2019. Rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani terpantau menyentuh Rp5.012 per kilogram, naik 2,19% dibandingkan harga pada September. 

Sementara itu, untuk harga gabah tingkat penggilingan tercatat mencapai Rp5.119 per kilogram atau naik 2,15% jika dibandingkan dengan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Bachtiar juga mengharapkan proses pelepasan beras ke pasar selama sebulan ke depan dapat berjalan dengan masif sehingga perusahaan dapat menyerap beras melebihi target pada 2020. Dalam paparan di hadapan Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu, perusahaan pelat merah tersebut menyatakan target pengadaan beras sebanyak 1,66 juta ton untuk tahun depan.

"1,66 juta ton itu target sementara. Kami melihat situasi dan kondisi dan angka tersebut untuk penugasan. Kami harapkan operasi pasar masif, penjualan masif, sehingga nanti bisa menyerap lebih dari target," imbuhnya.

Adapun sampai Senin, 25 November 2019, realisasi pengadaan beras Bulog telah mencapai 1,16 juta ton dari target 1,8 juta ton. Sementara itu, total stok beras yang disimpan Bulog per 18 November berjumlah 2,25 juta ton dengan sisa beras impor sekitar 700.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog Stok Beras
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top