Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman
Premium

Beban Si Penyalur Beras

22 November 2019 | 18:08 WIB
Sebagai perusahaan negara yang bergerak di logistik pangan, terutama beras, Bulog membutuhkan modal hingga Rp20 triliun untuk pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2020.

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai pangan utama masyarakat Indonesia, beras memiliki posisi yang sangat penting. Hal ini membuat tanggung jawab Bulog, sebagai perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan, cukup besar.

Namun, perusahaan pelat merah itu ternyata terbentur masalah dana. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan bahwa sejauh ini, pihaknya menjalankan tugas pengadaan beras dengan mengandalkan dana pinjaman dari lembaga keuangan.

Bulog pun berencana meminta bantuan modal awal senilai Rp20 triliun dari pemerintah sebagai modal awal pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2020 demi menekan jumlah utang dan menopang operasional perusahaan.

"Kami mengusulkan pemberian modal kerja untuk pengadaan CBP karena selama ini, kami menggunakan dana pinjaman dari perbankan untuk pengadaan beras CBP. Modal yang kami usulkan sebesar Rp20 triliun," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (21/11/2019).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memberikan penjelasan kepada awak media, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top