Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Indonesia Kupas Dampak Tol Pekanbaru-Dumai Melalui Diskusi Panel

Jalan tol Pekanbaru-Dumai ditargetkan fungsional pada akhir tahun ini dan resmi beroperasi pada tahun depan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 26 November 2019  |  13:00 WIB
Jalan tol Pekanbaru-Dumai seksi 1 akan fungsional bulan depan dan beroperasi penuh pada 2020. - Bisnis/Himawan L. Nugraha
Jalan tol Pekanbaru-Dumai seksi 1 akan fungsional bulan depan dan beroperasi penuh pada 2020. - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, PEKANBARU — Bisnis Indonesia akan menggelar diskusi panel untuk membahas dampak proyek infrastruktur jalan tol Pekanbaru—Dumai bagi peningkatan ekonomi dan efisiensi transportasi daerah tersebut.

Kegiatan tersebut akan dilangsungkan di Pekanbaru, pada 28 November 2019 dengan menghadirkan sejumlah narasumber seperti Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo, Kepala Dinas Perhubungan Riau M. Taufiq, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno, dan Ekonom Universitas Riau (Unri) Any Widayatsati. Rencananya diskusi akan dihadiri yaitu Gubernur Riau, Syamsuar sebagai pembicara kunci.

Sebelum acara berlangsung, tim Bisnis Indonesia bertemu langsung dengan Gubernur Riau Syamsuar.

Pada kesempatan itu, Syamsuar menyatakan bahwa dirinya mendukung penuh pada kegiatan yang akan membahas dampak proyek tol Pekanbaru—Dumai (Pekdum) tersebut.

"Proyek tol Pekanbaru—Dumai ini adalah proyek strategis nasional dan tentu banyak dampak positifnya bagi daerah. Kami mendukung Bisnis Indonesia mengupas lebih lanjut dampak proyek ini dalam bentuk diskusi panel," ujarnya, Jumat (22/11/2019).

Selain itu, Bisnis Indonesia juga kembali melakukan liputan langsung ke lapangan dengan meninjau perkembangan terakhir dari proyek tol Pekdum, yaitu dengan mengutus Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019.

Tim jelajah sudah bergerak sejak Jumat (22/11/2019) dengan mendatangi lokasi pembangunan tol Pekdum seksi 1 dan 2.

Di lokasi ini terlihat adanya pembuatan terowongan gajah di seksi 2 karena jalur tol di sana melintasi area pusat latihan gajah, Minas di Kabupaten Siak.

Selain itu, untuk jalan akses ke seksi 2 tepatnya di simpang Perawang, untuk konstruksi jalannya menggunakan tiang pancang hingga setinggi 25 meter, karena kontur tanahnya berbukit-bukit.

Hari berikutnya, tim meyusuri tol Pekdum seksi 3 dan 4. Di seksi 3 tampak pekerjaan pembangunan jalan tol masih terus berlangsung, khususnya untuk jalur sepanjang 7 kilometer karena lahannya baru saja dibebaskan, Agustus 2019.

Adapun, untuk seksi 4, Tim Jelajah meninjau pekerjaan terowongan gajah dengan lebar mencapai 25 meter dan 40 meter. Pemilihan lokasi terowongan ini sudah berdasarkan hasil diskusi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta lembaga swadaya masyarakat bidang lingkungan.

Sementara itu, di seksi 5 dan 6, Tim Jelajah menemukan konstruksi tol Dumai yang menggunakan struktur pile slab hingga sepanjang 13,50 kilometer dan sisanya timbunan tanah sepanjang 11,50 kilometer.

Secara keseluruhan, tol jalan Pekdum ditargetkan fungsional pada akhir tahun ini dan resmi beroperasi pada tahun depan.

Dengan dibukanya jalan tol pertama di Riau tersebut, masyarakat luas berharap agar ekonomi daerah akan tumbuh lebih tinggi sehingga kesejahteraan juga ikut meningkat.

Sejumlah UMKM yang dijumpai Tim Jelajah, menyambut positif adanya jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dan kota pelabuhan Dumai.

Pelaku usaha meyakini keberadaan jalan tol akan memberi berbagai kemudahan, mulai memotong waktu tempuh antarkota, kemudahan pengiriman barang dan logistik, hingga akan hadirnya peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar jalur dan di sekitar pintu jalan tol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 tol pekdum hutama karya

Sumber : Jelajah Sumatra

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top