Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demi Gajah, HK Buat Pelintasan Selebar Lapangan Sepakbola

Eri menyebut, lokasi pelintasan merupakan hasil kajian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Awalnya kami diminta membuat delapan (pelintasan). Tapi untuk titik-titik yang berdekatan kami gabungkan dan lebar," ujarnya kepada Bisnis.com, Sabtu (23/11/2019).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 23 November 2019  |  19:46 WIB
 Foto aerial pembangunan perlintasan gajah di proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum), Riau, Sabtu (23/11). PT Hutama Karya membangun enam pelintasan gajah di proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum). Sebanyak lima pelintasan dibangun di seksi empat yang menghubungkan Kandis Utara-Duri Selatan. -  Bisnis/Himawan L Nugraha
Foto aerial pembangunan perlintasan gajah di proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum), Riau, Sabtu (23/11). PT Hutama Karya membangun enam pelintasan gajah di proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum). Sebanyak lima pelintasan dibangun di seksi empat yang menghubungkan Kandis Utara-Duri Selatan. - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, MANDAU – PT Hutama Karya (Persero) membangun enam pelintasan gajah di proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum). Sebanyak lima pelintasan dibangun di seksi empat yang menghubungkan Kandis Utara-Duri Selatan.

Manajer Teknik Tol Pekdum Seksi 3 dan 4, Eri Dwi mengatakan pembangunan pelintasan paling banyak dibuat di seksi 4 karena menjadi home grage atau daerah jelajah gajah. Lokasi pelintasan, terutama di KM 71, KM 73, dan 74 juga berdekatan dengan Suaka Margasatwa Balai Raja.

Eri menyebut, lokasi pelintasan merupakan hasil kajian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Awalnya kami diminta membuat delapan (pelintasan). Tapi untuk titik-titik yang berdekatan kami gabungkan dan lebar," ujarnya kepada Bisnis.com, Sabtu (23/11/2019).

Pelintasan yang dibuat memiliki lebar 25 meter sampai dengan 40 meter. Pelintasan paling lebar hampir setara dengan lebar lapangan sepakbola standar FIFA, yakni selebar 45 meter.

Sementara itu, ketinggian kolong pelintasan mencapai lima hingga tujuh meter. Eri mengungkapkan, ketinggian ini melampaui terowongan gajah di Afrika Selatan yang hanya mencapai kisaran 2 meter.

Tol Pekan Baru-Dumai

Saat ini, di seksi 4 jalan tol Pekdum, empat pelintasan gajah sedang dibangun sedangkan satu lokasi lain masih menunggu pembebasan lahan. Pelintasan bakal rampung seiring penyelesaian konstruksi seksi 4 yang kini sudah mencapai 80 persen .

Eri menyebut, setelah rampung, Hutama Karya bakal melakukan naturalisasi area di sekitar pelintasan. “Kalau sudah selesai, kami kembalikan seperti semula, ditanami tanaman kesukaan gajah,” ujarnya.

Untuk diketahui, gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa yang dilindungi. Perlindungan itu dijamin lewat Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.

Menurut WWF Indonesia, populasi gajah Sumatra diperkirakan mencapai 2.400 s.d 2.800 individu pada 2007. Jumlah tersebut diperkirakan terus menurun seiring penyusutan habitat dan perburuan gajah.

Secara khusus, di wilayah Riau populasi gajah tersisa 210 ekor pada 2007. Lebih dari seratus ekor gajah juga mati sejak 2004.

Tol Pekan Baru-Dumai

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya tol pekanbaru-dumai Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 tol pekdum

Sumber : Jelajah Sumatra

Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top