Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TaniHub dan Akulaku Ingin Bawa Produk UMKM ke Pasar Global

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung langkah TaniHub dan perusahaan fintech Akulaku dalam menghubungkan produk UMKM di Indonesia dengan pasar di luar negeri.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 23 November 2019  |  01:37 WIB
Ilustrasi TaniHub - dok. TaniGroup
Ilustrasi TaniHub - dok. TaniGroup

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung langkah TaniHub dan perusahaan fintech Akulaku dalam menghubungkan produk UMKM di Indonesia dengan pasar di luar negeri. 

"Ini akan sejalan dengan program Kemenkop dan UKM mendigitalisasi UMKM di Indonesia. Dengan digitalisasi, maka pendataan UMKM menjadi lebih rapi dan program akan lebih tepat sasaran," kata President TaniHub Pamitra Wineka, usai menemui Menkop dan UKM Teten Masduki, di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Pamitra mengakui, timnya dari TaniHub dan Akulaku sudah berdiskusi dengan Menteri Koperasi tentang teknologi yang bisa digunakan untuk membantu UMKM meningkatkan kapabilitas usahanya sehingga pendapatan bisnis UMKM dapat meningkat. 

Selain itu, UMKM akan diintegrasikan ke dalam plattform digital yang besar. Sebagai contoh, UMKM di sektor pertanian bisa diintegrasikan dengan TaniHub. Sementara untuk UMKM yang membutuhkan pendanaan akan diintegrasikan dengan Akulaku agar proses pendanaan lebih cepat dan tepat sasaran. 

"Kami akan menyambungkan produk UMKM ke permintaan di luar negeri, sementara Kemenkop dan UKM yang menaungi dari sisi UMKM atau pasokan produk. Dalam waktu dekat, kami akan buat plattform yang menghubungkan semua demand dengan UMKM di Indonesia," ungkapnya.  

Tak hanya itu, Pamitra menyebutkan bahwa pihaknya akan membantu assesment Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.

"Selama ini, LPDB masih kesulitan mengidentifikasi UMKM yang akan diberi funding. Kami sudah memiliki mesin atau sistem yang dikembangkan Akulaku untuk mengidentifikasi UMKM, sehingga pendanaan akan diberi sesuai dosis dan kebutuhan. Bila over funding, UMKM akan kesulitan mengembalikan, begitu juga bila kurang, maka usahanya tidak akan bisa berkembang," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dinesvara Airlangga dari Akulaku menuturkan UMKM  merupakan penopang perekonomian nasional. Namun ada beberapa masalah yang dihadapi salah satunya sisi pendanaan yang kurang efektif dari segi waktu dan penggunaan.

Tantangan lainnya yakni mencari pasar ekspor yang memadai untuk produk UMKM. Menurut Dinesvara langkah yang harus dilakukan pelaku UMKM adalah mencari mitra yang tepat untuk memasarkan produk. 
"Hal-hal itulah yang akan dilakukan bersama Kemenkop dan UKM. Kami berharap, melalui program ini UMKM di Indonesia bisa maju dan berkembang lebih pesat lagi."
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top