Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bertemu Presiden Jokowi, Pebisnis Tekstil Sampaikan Pembangunan Kawasan Industri di Tegal

Para pengusaha tekstil mengusulkan supaya lahan pembuangan limbah dikelola oleh institusi pemerintah.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 21 November 2019  |  15:35 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (keempat kanan) dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kelima kanan) menerima pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). -  ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (keempat kanan) dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kelima kanan) menerima pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA — Pengusaha tekstil menyatakan kawasan industri khusus tekstil akan dibangun di Tegal, Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Sudrajat seusai pertemuan antara API, Asosiasi Produsen Serat Sitentis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Ade menyatakan luas kawasan industri tekstil itu seluas 42 hektare.

"Tentu kita sampaikan juga kepada Presiden bahwa hak guna bangunannya jangan dibatasi 30 tahun, kalau boleh 50 tahun," kata Ade di Kantor Presiden, Jakarta.

Ade mengatakan kawasan harus terintegrasi. Di samping itu, para pengusaha tekstil mengusulkan supaya lahan pembuangan limbah dikelola oleh institusi pemerintah.

Pada saat ini, Ade mengatakan perusahaan berurusan dengan hukum pidana karena membuang limbah sembarang.

Dalam pertemuan dengan pengusaha tekstil itu, Jokowi menyatakan pemerintah juga sudah mulai menyiapkan kawasan yang ingin dibangun sejak lama yaitu apparel park atau kawasan di mana bahan baku dan industri berada di satu tempat.

Di samping itu, Jokowi juga berharap perusahaan tekstil dapat meningkatkan nilai dan kuantitas ekspor Indonesia.

Di sisi lain, para pengusaha tekstil meminta sejumlah insentif perpajakan dan insentif energi listrik untuk industri tekstil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekstil asosiasi pertekstilan indonesia kawasan industri
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top