KABAR PASAR 11 NOVEMBER: Kinerja Indeks Bisnis-27: Bertahan di Tengah Gejolak, Awasi Ketat Importasi

Berita kinerja emiten indeks Bisnis-27 serta pengawasan ketat dalam impor menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia hari ini, Senin (11/11/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 November 2019  |  07:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita kinerja emiten indeks Bisnis-27 serta pengawasan ketat dalam impor menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia hari ini, Senin (11/11/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Kinerja Indeks Bisnis-27: Bertahan di Tengah Gejolak. Emiten di sektor konsumer dan keuangan menjadi penopang kinerja keuangan indeks Bisnis-27 sepanjang Januari—September tahun ini. Dari 26 emiten dalam Indeks Bisnis27 yang sudah melaporkan kinerja keuangan kuartal III/2019, sebanyak 23 emiten mencetak pertumbuhan pendapatan, sedangkan tiga emiten lainnya mencatatkan penurunan.

Awasi Ketat Importasi. Pengawasan yang ketat dalam proses importasi diperlukan untuk memperkuat efektivitas penerapan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) impor tekstil dan produk tekstil (TPT).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi ) Redma Gita Wiraswasta mengaku khawatir, tanpa adanya pengawasan yang ketat, laju impor TPT yang dikenakan safeguards sementara akan tetap tinggi, karena para importir nakal akan terus mencari celah.

Ketika Satwa Langka Jadi Objek PNBP. Gebrakan baru dilakukan pemerintahan Joko Widodo periode kedua untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Yakni, menjadikan satwa langka sebagai objek PNBP. Rencana ini bakal menimbulkan pro dan kontra. Bagi pihak yang mengritik kemampuan pemerintah dalam menghimpun penerimaan, tentu sepakat dengan cara ini. Aksi ini menunjukkan keseriusan.

Konsumsi Rumah Tangga Butuh Stimulus. Konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2019 diprediksi tidak akan semoncer tahun lalu karena minimnya intervensi dari pemerintah. Direktur Riset CORE Piter Abdullah mengatakan, pemerintah harus memberikan berbagai stimulus untuk mengerek laju konsumsi rumah tangga yang tersendat.

Anil Ambani Hadapi Tuntutan. Anil Ambani makin terpuruk. Setelah tersingkir dari jajaran orang terkaya, adik miliarder India Mukesh Ambani itu harus menghadapi tuntutan atas kredit macet senilai US$680 juta oleh tiga bank komersial China.

Optimisme Pasar Meningkat. Kepercayaan diri pelaku pasar keuangan mulai meningkat seiring dengan adanya pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral dan optimisme kelanjutan negosiasi perang dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top