Buka Konferensi Kelapa Sawit, Wapres Ma'ruf Amin Dorong Mentan Lakukan Peremajaan Kebun

Ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan petani untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing kelapa sawit asal Indonesia di dunia internasional.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 31 Oktober 2019  |  10:52 WIB
Buka Konferensi Kelapa Sawit, Wapres Ma'ruf Amin Dorong Mentan Lakukan Peremajaan Kebun
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook. - Bisnis/Feni Freycinetia

Bisnis.com, DENPASAR — Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka konferensi Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua Bali, Kamis (31/10/2019).

Dia mengungkapkan ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan petani untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing kelapa sawit asal Indonesia di dunia internasional.

Langkah-langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo untuk pengembangan sektor kelapa sawit, yaitu memaksimalkan kemajuan teknologi, peremajaan perkebunan sawit rakyat, perluasan pasar ekspor, hilirisasi, serta implementasi program B-20.

"Pertama, pengembangan kelapa sawit ke depan agar lebih difokuskan kepada upaya peningkatan produktivitas lahan dan daya saing. Saya minta Menteri Pertanian untuk dapat segera merealisasikan program peremajaan sawit rakyat seluas 185.000 hektare pada akhir tahun ini," katanya saat memberikan kata sambutan di acara pembukaan IPOC 2019, Denpasar, Bali, Kamis (31/10/2019).

Dia menuturkan pendanaan program tersebut sudah didukung oleh Lembaga Dana Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit. Lebih lanjut, Kiai Ma'ruf juga berjanji untuk menyelesaikan administrasi yang menghambat pengembangan industri sawit nasional.

Ma'ruf Amin mengapresiasi langkah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia yang meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat melalui pemberian penghargaan kepada kelompok tani.

Kedua, Wapres mendorong upaya sistematis menangkal kampanye negatif kelapa sawit asal Indonesia di dunia internasional. Salah satu langkah melalui komitmen sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO.

Dia menyambut baik komitmen Gapki yang akan menyelesaikan sertifikasi ISPO kepada seluruh anggotanya pada 2020. Melalui sertifikasi ISPO tentu akan mengurangi kesan negatif Indonesia di mata internaisonal.

"Di sinilah pentingnya melakukan upaya upaya Tabayyun melalui data dan fakta," ungkap Ma'ruf.

Terakhir, pemerintah segera melaksanakan hilirisasi industri persawitan. Menurutnya, perbaikan tata kelola industri sawit Indonesia diyakini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas lebih baik.

Terhadap capaian atau realiasi produksi sawit yang terlalu tinggi, Ma'ruf menilai hal itu dapat diatasi dengan hilirisasi industri yang dilakukan oleh pelaku usaha di berbagai sektor.

"Lahan investasi kelapa sawit di hilir harus ditingkatkan bersamaan dengan penambahan diversifikasi produk, misalnya industri bio fuel, makanan, dan lainnya," ucapnya.

Konferensi sawit IPOC adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Konferensi ini menjadi ajang berkumpulnya para pelaku usaha dalam mata rantai industri sawit di seluruh dunia.

Para pakar yang akan menjadi pembicara dalam konferensi sawit selama dua hari ini antara lain Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar,  Profesor Pietro Paganini John Cabot University Roma, dan Dr Otto Hospes dari Wageningen University. Ketiganya akan berbicara pada hari pertama.

Semetara itu, pertemuan hari kedua akan membahas price outlook tahun 2020. Para pakar yang akan menjadi pembicara antara lain James Fry dari LMC International UK, Dorab Mistry dari Godrej International Ltd, dan Thomas Mielke dari ISTA Mielke GmbH/ Oil World.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sawit, kelapa sawit, Ma'ruf Amin, wapres ma'ruf amin

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top