Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Bandara Kertajati, Bandara Husein Jadi Hub Pesawat Kecil

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pembicaraan dengan sejumlah maskapai telah dilakukan untuk mendorong agar operasional pesawat ATR 72 dan sejenis bisa dipusatkan di Bandung.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  19:05 WIB
Pesawat N219 mendarat, seusai melakukan uji terbang untuk ke-15 kalinya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/2). - JIBI/Rachman
Pesawat N219 mendarat, seusai melakukan uji terbang untuk ke-15 kalinya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/2). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura II memutuskan bahwa Bandara Husein Sastranegara Bandung akan dijadikan bandara hub bagi penerbangan pesawat baling-baling untuk rute dalam dan keluar Pulau Jawa. 

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pembicaraan dengan sejumlah maskapai telah dilakukan untuk mendorong agar operasional propeller seperti ATR 72 dan sejenis bisa dipusatkan di Bandung.

Menurutnya, infrastruktur dan lokasi Bandara Husein Sastranegara sangat tepat untuk menjadi hub pesawat propeller.

"Saat ini, sudah ada 68 penerbangan propeller setiap hari untuk take off dan landing. Kami targetkan segera bertambah lagi, baik itu pembukaan rute baru atau penambahan frekuensi di rute eksisting. Estimasinya bisa menjadi 100 penerbangan sampai akhir tahun 2019," tuturnya, Rabu (30/10/2019).

Adapun, maskapai yang mengoperasikan pesawat propeller di Bandung adalah Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air dan Citilink, dengan berbagai rute tujuan antara lain Surabaya, Bengkulu, Yogyakarta, Tanjung Karang, Halim Perdanakusuma, Solo, Pangkal Pinang, dan lain sebagainya.

Sejumlah rencana pengembangan di Bandara Husein Sastranegara juga akan disesuaikan menyusul keputusan menjadikan bandara itu sebagai hub propeller, di antaranya terkait dengan bengkel pesawat atau MRO (maintenance, repair, overhaul).

“PT Angkasa Pura II sudah berbicara dengan PT Dirgantara Indonesia terkait dengan MRO di Bandara Husein Sastranegara,” ungkapnya.

Rencana Bandara Husein Sastranegara menjadi hub propeller itu akan mendukung penuh operasional Bandara Kertajati di Majalengka sebagai untuk melayani penerbangan pesawat jet baik itu berbadan sedang (narrow body) atau berbadan lebar (wide body).

“Bandara Kertajati itu adalah masa depan dari Jawa Barat. Runway di bandara itu berukuran 3.000 x 60 m sudah bisa untuk melayani penerbangan wide body bukan saja Airbus A330 atau Boeing 777, tapi juga hingga sekelas Airbus A380," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara husein sastranegara angkasa pura ii
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top