Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

EKONOMI KORSEL: PDB Kuartal III/2019 Lebih Rendah dari Ekspektasi

Ekonomi Korea Selatan pada kuartal ketiga dilaporkan mencatat pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan, di tengah ketidakpastian perdagangan yang membebani investasi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Oktober 2019  |  11:06 WIB
Indeks Kospi - Bloomberg
Indeks Kospi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Korea Selatan pada kuartal ketiga 2019 dilaporkan mencatat pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan, di tengah ketidakpastian perdagangan yang membebani investasi.

Berdasarkan laporan Bank of Korea (BoK), seperti dilansir dari Bloomberg (Kamis, 24/10/2019), produk domestik bruto (PDB) Negeri Ginseng tumbuh 0,4 persen pada kuartal III/2019 dari kuartal sebelumnya.

Raihan ini lebih kecil daripada perkiraan para ekonom untuk ekspansi sebesar 0,5 persen. Namun, dibandingan dengan tahun sebelumnya, PDB Korsel Juli-September 2019 tumbuh 2 persen atau sejalan dengan proyeksi ekonom dalam survei Bloomberg.

Meski ekspor pada kuartal III membaik, setelah mencatat penurunan tajam pada awal tahun, kelesuan ekspor yang berkepanjangan berikut keraguan tentang kekuatan pertumbuhan secara keseluruhan telah membebani investasi.

“Dukungan kebijakan Korea Selatan yang ditingkatkan gagal mengimbangi tekanan ke bawah terhadap ekonomi pada kuartal III akibat perang perdagangan AS-China,” jelas Justin Jimenez, Ekonom Bloomberg Economics.

“Penurunan investasi dan hambatan dari ekspor bersih membebani pertumbuhan, sementara konsumsi melambat. Kami mengharapkan lebih banyak dukungan kebijakan untuk melindungi ekonomi dari risiko eksternal, dipimpin kebijakan fiskal ketika amunisi kebijakan Bank of Korea menipis,” tambahnya.

Kekhawatiran atas pelemahan investasi memberi alasan lain bagi pemerintah dan bank sentral negara ini untuk terus memperkuat dukungan mereka terhadap perekonomian.

Menyusul penurunan suku bunga oleh BoK pekan lalu untuk mendukung harga dan pertumbuhan, Gubernur BoK Lee Ju-yeol mengatakan dampak perang dagang kemungkinan akan memangkas pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sebesar 0,4 poin persentase tahun ini.

Hal ini membuat perekonomian membutuhkan akselerasi tajam dalam periode tiga bulan terakhir 2019 untuk menghentikan pertumbuhan agar tidak jatuh di bawah 2 persen.

Oleh karenanya, menurut Cho Yong-gu, fixed-income strategist di Shinyoung Securities, dibutuhkan ekspansi sebesar hampir 1 persen pada kuartal IV/2019 untuk mencapai tujuan itu, dengan pertumbuhan tahunan kemungkinan mencapai 1,8 persen.

Sementara itu, perbaikan dalam ekspor, yang tumbuh 4,1 persen secara riil dari kuartal kedua, menunjukkan bahwa pelemahan di sektor teknologi global mungkin tidak akan menjadi lebih buruk.

BoK mencatat pertumbuhan dalam pengiriman semikonduktor dan mobil dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

"Ada beberapa tanda pemulihan ekspor. Tapi perang perdagangan jelas berdampak pada pengiriman dan penurunan ekspor telah menyebabkan penurunan investasi fasilitas,” tambah Cho.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top