Bekraf Ingin Distrik Kreatif Dijadikan KEK

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebut tidak menutup kemungkinan jika Bekraf Creative District (BCD) yang akan dibangun mulai tahun depan dimasukkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  17:47 WIB
Bekraf Ingin Distrik Kreatif Dijadikan KEK
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf memberikan sambutan pada Outlook Conference 2019 di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebut tidak menutup kemungkinan jika Bekraf Creative District (BCD) yang akan dibangun mulai tahun depan dimasukkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan tanpa menyandang status KEK, sulit untuk menggaet investor, baik dari dalam maupun luar negeri yang berkeinginan menanamkan modalnya di enam subsektor prioritas industri kreatif yang akan dikembangkan di BCD yang luas totalnya kemungkinan mencapai 5000 hektare (Ha).

Adapun enam subsektor prioritas yang dimaksud adalah kuliner, fashion, kriya, film, musik, dan gim.

"Kalau tidak dimasukkan sebagai KEK, tentu sulit untuk bersaing menarik investor. Karena KEK sendiri kan menawarkan berbagai insentif fiskal menarik," katanya ketika ditemui di sela-sela penyenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 pada Rabu (16/10/2019) di International Convention and Exhibition (ICE) - Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

Triawan menyebut pembangunan BCD merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif nasional sesuai dengan rencana panjang jangka menengah (RPJM) 2019 --2024. Dia tak menyebut lokasi spesifik dimana BCD akan dibangun dan subsektor ekonomi kreatif manakah yang akan dikembangkan terlebih dahulu.

Dia mengatakan pembangunan BCD pada tahap awal akan dilakukan di lahan seluas 100 Ha di wilayah yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 perjalanan darat dari Jakarta. Selain itu, menurut Triawan BCD juga akan terkoneksi secara langsung dengan jalur kereta api dan pelabuhan laut.

"Untuk tahap awal 100 ha dahulu mungkin ya, sudah cukup luas itu. Nanti kan kita juga akan membangun fasilitas pendukungnya juga untuk kehidupan sehari-hari mereka yang bekerja disana, perumahan, sekolah untuk anak-anaknya contoh, ditargetkan selesai semuanya 2024," paparnya.

Terkait dengan investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan BCD, Triawan enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Dia hanya menyebut dana yang dibutuhkan untuk pembangunan BCD kemungkinan akan melebihi Rp100 triliun.

Menurut Triawan, pemerintah hanya akan mengucurkan dana sebesar 10% dari total dana yang dibutuhkan untuk membangun BCD. Adapun sisanya akan diserahkan kepada swasta atau investor.

Lebih lanjut, selain membangun BCD, upaya yang akan dilakukan oleh Bekraf untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif adalah mendorong masuknya investor ke KEK yang telah disiapkan oleh pemerintah sebagai salah satu sentra pengembangan sektor ekonomi kreatif, yakni KEK Singhasari di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Nanti akan dikembangkan juga disana dan tentunya kami integrasikan dengan BCD ya," ungkap Triawan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menetapkan lahan seluas 120,3 ha di Singosari sebagai KEK yang terdiri dari dari dua zona, pariwisata dan pengembangan teknologi termasuk diantaranya adalah ekonomi kreatif.

Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019 tentang KEK Singhasari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi kreatif, kawasan ekonomi khusus, Bekraf

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top