Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow, Angkasa Pura I Siapkan Rp450 Miliar untuk Bangun Bandara Sentani

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan bahwa kegiatan operasional pengelolaan Bandara Sentani oleh perseroan akan dimulai pada 1 November 2019.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  16:55 WIB
Bandara Sentani, Jayapura, Papua. - Bisnis/youtube
Bandara Sentani, Jayapura, Papua. - Bisnis/youtube

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyiapkan investasi sebesar Rp450 miliar untuk pengembangan Bandara Sentani Papua setelah dialihkelolakan kepada perusahaan.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan bahwa kegiatan operasional pengelolaan bandara oleh perseroan akan dimulai pada 1 November 2019. Adapun, kegiatan utama yang dilakukan yakni melakukan pengembangan Bandara Sentani dalam waktu dekat, baik pengembangan di sisi udara (airside) maupun di sisi darat (landside).

"Kalau runway dibaguskan, penumpang bisa bertambah lagi. Kita menargetkan bisa tumbuh sekitar 10 persen per tahun," tuturnya kepada Bisnis.com, 
Senin (14/10/2019).

Untuk tahap awal, AP I akan melakukan peningkatan PCN landas pacu (runway) agar pesawat berbadan besar dapat mendarat. Selain itu, dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, juga akan dilakukan penataan dan pengembangan Iandside, baik terminal penumpang maupun area parkir kendaraan.

Faik menjelaskan potensi penumpang dalam setahun di Bandara Sentani mencapai 2 juta penumpang per tahun. Dia memperkirakan jumlah penumpang tersebut akan segera meningkat setelah pihaknya memperbaiki dan meningkatkan kualitas bandara. 

Investasi Bandara Sentani juga masuk ke dalam rencana investasi tahun anggaran tahun 2019 yakni sekitar Rp17,5 triliun. Adapun, jumlah skema biaya
dikelola sepenuhnya oleh AP I dengan sumber dana yang berasal dari internal dan pihak lain.

Faik optimistis terhadap potensi bandara Sentani, pasalnya bandara tersebut menjadi salah satu bandara utama di wilayah Papua.
Berdasarkan jumlah traffic penumpang yang mencapai 2 juta per tahun menunjukkan economic skill yang baik.

Di sisi lain, jumlah traffic kargo sangat tinggi lantaran pengiriman logistik banyak melalui Sentani. Adapun, Faik mencanangkan Sentani menjadi hub bandara agar setiap penerbangan dapat dilakukan secara langsung ke wilayah pasifik, Australia dan negara lainnya.

"Dari sisi letak geografisnya kan bisa membuka ke wilayah pasifik. Sentani kan masih di wilayah domestik. jadi nanti bisa direct. Kalau saat ini masih lewat Singapura, kalau [bandara Sentani] sudah jadi hub bisa langsung," tuturnya.

Perlu diketahui, Bandara Sentani Jayapura pada 2018 lalu melayani sebanyak 2,1 juta penumpang dan 62.000 pergerakan pesawat. Bandara Sentani melayani 20 destinasi dengan maskapai Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Trigana, NAM Air, Susi Air, Cardig Air, dan Dimonim Air dengan waktu operasional dari pukul 05.00 WIT hingga 20.00 WIT.

Adapun jumlah fasilitas sisi udara yang dimiliki Bandara Sentani yakni landas pacu dimensi 3.000 meter x 45 meter dengan kapasitas apron 13 parking stand untuk pesawat berbadan kecil (narrow body), 8 parking stand untuk pesawat kargo, dan 11 parking stand untuk pesawat kecil berbaling-baling (propeller).

Adapun, pesawat terbesar yang mampu dilayani saat ini yaitu B-737 800 NG dan 900 ER, sementara gedung terminalnya memiliki luas 14.300 meter persegi (2 lantai) dan kapasitas ruang tunggu dapat menampung 2.045 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua bandara sentani
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top