2019, Pemerintah Optimistis Pembentukan 17 KEK Tercapai

Darmin menuturkan, perkembangan KEK selama beberapa tahun terakhir cukup pesat. Pada 2012, baru ada dua KEK yang terbentuk, yaitu KEK Sei Mangkei di Sumatra Utara dan KEK Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten. Jumlah KEK meningkat pesat menjadi 8 pada 2014, dan hingga Oktober 2019 telah berkembang menjadi 13 KEK.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:17 WIB
2019, Pemerintah Optimistis Pembentukan 17 KEK Tercapai
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang berada di Pulau Bintan Kepulauan Riau, yang merupakan sentra choke point Selat Malaka, berdekatan dengan Batam Free Trade Zone dan Selat Philip. /Foto http:/ - kek.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah optimistis target pembentukan 17 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada 2019 akan tercapai.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (10/10/2019) .

“Kehadiran KEK di daerah punya andil besar terhadap peningkatan ekonomi daerah tersebut dan perekonomian nasional pada umumnya,” tutur Menko Perekonomian.

Darmin menuturkan, perkembangan KEK selama beberapa tahun terakhir cukup pesat. Pada 2012, baru ada dua KEK yang terbentuk, yaitu KEK Sei Mangkei di Sumatra Utara dan KEK Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten. Jumlah KEK meningkat pesat menjadi 8 pada 2014, dan hingga Oktober 2019 telah berkembang menjadi 13 KEK.

Hingga saat ini jumlah KEK yang telah beroperasi sejumlah 10 Kawasan, yaitu KEK Sei Mangkei (Sumatra Utara), KEK Tanjung Lesung (Banten), KEK Palu (Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Sulawesi Utara), dan KEK Morotai (Maluku Utara).

Kawasan lainnya adalah KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kalimantan Timur), KEK Mandalika (Nusa Tenggara Barat), KEK Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), KEK Arun Lhokseumawe (Aceh), serta KEK Galang Batang (Kepulauan Riau).

Selanjutnya, KEK Sorong (Papua Barat) akan menjadi KEK kesebelas yang rencananya diresmikan operasionalnya esok hari, 11 Oktober 2019.

Sementara itu, dua KEK lainnya tengah memasuki tahap awal operasional.Keduanya adalah KEK Singhasari yang baru disahkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019, serta KEK Tanjung Api-api di Sumatra Selatan yang tengah bersiap masuk tahap operasional.

Selain 13 KEK yang telah ditetapkan, empat KEK dalam proses untuk ditetapkan yaitu KEK Kendal (Jawa Tengah), KEK Likupang (Sulawesi Utara), KEK Nongsa (Batam), dan KEK MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) di Batam.

”Pemerintah punya target pengembangan 17 KEK hingga akhir tahun 2019 dan target tersebut bisa dicapai,” kata Menko Perekonomian.

Darmin pun menjelaskan, KEK berperan penting sebagai penggerak perekonomian daerah. Dia mencontohkan, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau akan menjadi pusat hilirisasi bauksit terintegrasi dengan komitmen investasi Rp36,250 triliun hingga 2023.

Dengan hadirnya KEK Galang Batang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau meningkat 25,80 persen dalam kurun 2015 hingga 2017. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat 15,58 persen dalam kurun 2015 hingga 2018 dan akan terus meningkat seiring perkembangan investasi yang masuk ke KEK Galang Batang.

Di KEK Mandalika (Lombok, NTB) sedang dibangun hotel-hotel kelas dunia seperti Pullman, Royal Tulipe, dan Paramount; serta sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pergelaran MotoGP pada 2021.

Komitmen investasi di KEK Mandalika juga telah mencapai Rp17,5 triliun. Data perkembangan kunjungan wisatawan Kabupaten Lombok Tengah 2015-2018 juga menunjukkan tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 361% dan wisatawan nusantara naik 170%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kek

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top