Rancamaya Golf Estate Bidik Milenial dan Keluarga Muda

Di klaster Amadeus, 70 persen pembelinya adalah anak muda dan saat ini, klaster pertama Kingsville (Salvador) sudah mulai diserahterimakan.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  09:08 WIB
Rancamaya Golf Estate Bidik Milenial dan Keluarga Muda
Klaster perumahan di Rancamaya Golf Estate, Bogor. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Suryamas Dutamakmur Tbk., pengembang Rancamaya Golf Estate, Bogor, membibik profesional muda atau generasi milenial sebagai calon pembeli unit hunian di kawasan tersebut.

Pasalnya, milenial yang bekerja di kantor-kantor swasta, industri kreatif, dan entrepreneur jumlahnya terus meningkat. Apalagi, generasi muda bergaji sekitar Rp10 juta—Rp30 juta ke atas menduduki posisi manager, general manager, hingga direktur tidak sulit ditemukan.

Mereka pun saat ini mulai melirik rumah, selain untuk tempat tinggal (rumah pertama), membeli properti dinilai sebagai investasi yang menguntungkan dalam jangka menengah dan panjang.

Menurut Eftianto, Division Head Business Development, PT Suryamas Dutamakmur Tbk., di Rancamaya Golf Estate sedang dipasarkan rumah segmen kelas menengah yang sangat pas untuk keluarga muda.

Berada di Distrik Kingsville, klaster pertama Salvador telah habis terjual, menyusul klaster baru Amadeus yang pada bulan lalu sebanyak 130 unit penjualan tahap pertama juga habis terjual.

“Pembeli rumah di Distrik Kingsville kebanyakan adalah kaum profesional yang rata-rata keluarga baru yang bekerja di Jakarta, Depok, Bogor, dan sekitarnya. Dengan harga rumah di atas Rp700 jutaan mereka mampu membeli rumah di Rancamaya Golf Estate menggunakan fasilitas KPR [kredit pemilikan rumah],” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (10/10/2019).

Eftianto mengatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, akan banyak anak muda yang tinggal di Rancamaya. Di klaster Amadeus pun 70 persen pembelinya adalah anak muda. Saat ini, klaster pertama Kingsville (Salvador) sudah mulai diserahterimakan.

“Dengan harga rumah Rp700 jutaan mereka berani ambil KPR sebab mereka punya optimisme bahwa dalam beberapa tahun ke depan karier dan penghasilannya akan meningkat. Bahkan, ada yang pede [percaya diri] mengambil KPR Rp3 miliar. Itu membuktikan daya beli mereka terus meningkat,” kata Eftianto.

Sebelum klaster Kingsville dibuka, katanya, pembeli rumah dan kaveling di Rancamaya adalah keluarga mapan dari Jakarta yang pembeliannya 75 persen dengan cara tunai dan tunai tertahap, sisanya KPR.

Setelah Kingsville dikembangkan sekitar tahun lalu, ujar Eftianto, kelas menengah terutama keluarga muda usia 30-an tahun mulai mendominasi, transaksi menggunakan KPR naik menjadi 60 persen dengan tenor rata-rata 15 tahun.

Menurut Eftianto, dengan tingginya permintaan di segmen menengah ini, perusahaan pun kembali merilis penjualan rumah dua lantai di klaster Amadeus tahap dua dengan lahan sekitar 4 hektare.

Ditawarkan mulai dari Rp700 jutaan, Amadeus tahap dua ini dibangun dengan konsep rumah tumbuh, dengan luas bangunan 40 meter persegi dan luas tanah 84 meter persegi.

“Fasad [tampak depan] rumah Amadeus di tahap dua ini didesain berbeda dengan tahap satu. Keunggulannya lahannya lebih tinggi hingga view yang didapat akan lebih bagus. Di samping itu, lokasinya sangat dekat dengan fasilitas club house [wisma klub],” ungkap Eftianto.

Pengembangan Rancamaya tahap pertama seluas 400 ha kini sudah mencapai 80 persen termasuk lapangan golf sekitar 70 hektare. Proyek pengembangan Rancamaya Golf Estate secara keseluruhan akan mencapai 700 hektare dengan konsep kawasan green and premium.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bogor, perumahan klaster, suryamas dutamakmur

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top