Lumayan, Penumpang Kereta Api Bandara Mencapai 500 Orang Per Hari

Wakil Kepala Stasiun Manggarai Nurcholis mengatakan, jumlah penumpang kereta api bandara pada hari pertama Sabtu (5/10/2019) sebanyak 527 orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  08:46 WIB
Lumayan, Penumpang Kereta Api Bandara Mencapai 500 Orang Per Hari
Masinis mengoperasikan kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta saat tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (4/10). - ANTARA/Aditya Pradana Putra.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak diluncurkan operasional layanan kereta api bandara dari Stasiun Manggarai Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang pada Sabtu (5/10/2019) tercatat jumlah pengguna mencapai 500 orang per hari.

Wakil Kepala Stasiun Manggarai Nurcholis mengatakan bahwa catatan dari PT Railink selaku operator KA Bandara dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang kereta api bandara pada hari pertama Sabtu (5/10/2019) sebanyak 527 orang.

"Respons penumpang cukup bagus, kalau dilihat dari jumlah penumpang mencapai 500 orang di hari pertama operasional," katanya saat ditemui di Stasiun Manggarai seperti dilaporkan Antara, Selasa (8/10/2019).

Untuk hari kedua yaitu Minggu (6/10/2019), jumlah penumpang tercatat 591 orang dari Stasiun Manggarai, dan Senin (7/10/2019) tercatat sebanyak 448 orang.

Nucholis menilai kereta api Bandara Seokarno-Hatta memprioritaskan melayani penumpang yang hendak ke bandara, tetapi juga terbuka bagi pengguna kereta lainnya yang hendak ke Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri dan Stasiun Batu Ceper.

Pada 6 Oktober 2019, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Batu Ceper sebanyak 105 orang, 12 orang di Stasiun Duri dan 14 orang di Sudirman Baru.

Selanjutnya, pada 7 Oktober 2019 jumlah penumpang kereta api bandara yang turun di Stasiun Batu Ceper sebanyak 108 orang, Stasiun Duri tiga orang dan Stasiun Sudirman Baru delapan orang.

"Kami mencoba memberikan pilihan bagi masyarakat pengguna kereta untuk mencoba alternatif transportasi lain selain KRL commuter line untuk ke Duri, Sudirman Baru maupun ke Batu Ceper," kata Nurcholis.

Selain menggunakan kereta rel listrik, imbuhnya, pengguna kereta bisa mengakses kereta api bandara untuk turun di Stasiun Sudirman dengan tarif lebih terjangkau yakni Rp10.00 selama masa promosi berlaku sampai akhir Oktober 2019. Untuk Stasiun Duri dikenai tarif Rp15.000, sementara tarif normalnya sekitar Rp35.000.

Dia menilai pengguna kereta api bandara untuk ke Stasiun Sudirman Baru, dan Stasiun Duri dapat menikmati perjalanan dengan fasilitas kereta tempat duduk eksekutif.

"Kalau naik KRL mungkin mereka akan berdiri, dengan KA Bandara ada pilihan untuk menikmati perjalanan kereta eksekutif ke Stasiun Sudirman maupun Duri," kata Nucholis.

KA Bandara beroperasi setiap hari dari Stasiun Manggarai dimulai pukul 05.10 WIB hingga 21.40 WIB. Untuk dari Stasiun Soekarno-Hatta mulai pukul 06.07 WIB sampai dengan 22.37 WIB.

Setiap hari KA Bandara melayani 34 perjalanan, kereta tersedia setiap 30 menit sekali. KA Bandara terdiri atas enam rangkaian kereta dengan kapasitas 227 tempat duduk.

Pada hari peluncuran, Menteri Perhubungan Budi Karya berharap pengoperasian KA Bandara dari Stasiun Manggarai dapat menjadi alternatif pilihan menuju Bandara Soetta sehingga terjadi peningkatan jumlah pengguna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta bandara, railink

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top