Indonesia Gelar Forum Bisnis dengan 4 Negara Visegrad Group, Ini Tujuannya

Guna memaksimalkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Visegrad Group, untuk pertama kalinya Indonesia menggelar Indonesia-Visegard Group Business Forum 2019 pada 17 Oktober 2019. Visegrad Group merupakan organisasi sub-kawasan Eropa Tengah yang beranggotakan Ceko, Hungaria, Polandia, dan Slowakia.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  18:22 WIB
Indonesia Gelar Forum Bisnis dengan 4 Negara Visegrad Group, Ini Tujuannya
Plt Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI Teuku Faizasyah memberikan sambutan dalam konferensi pers penyelenggaraan Indonesia-Visegard Group Business Forum 2019 di Jakarta, Selasa (8/10/2019) - Denis Riantiza M

Bisnis.com, JAKARTA -- Guna memaksimalkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Visegrad Group, untuk pertama kalinya Indonesia menggelar Indonesia-Visegard Group Business Forum 2019 pada 17 Oktober 2019.

Visegrad Group merupakan organisasi sub-kawasan Eropa Tengah yang beranggotakan Ceko, Hungaria, Polandia, dan Slowakia.

Forum ini digelar dengan memanfaatkan kehadiran para pengusaha negara V4 pada Trade Expo Indonesia 2019 yang digelar pada 16-20 Oktober 2019 di Serpong, Tangerang Selatan. Acara terdiri dari diskusi panel, business matching, dan klinik bisnis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan bahwa interaksi ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara anggota V4 masih sangat terbatas.

Padahal, lanjutnya, prospek kerja sama termasuk menjanjikan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara V4 melaju pesat sebesar rata-rata 4,1 persen. Angka tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Uni Eropa yang berkisar kurang lebih 2 persen.

“Interaksi ekonomi antara Indonesia dan V4 ini sudah ada. Misalnya, pembiayaan kredit mikro oleh Ceko di Indonesia, proyek pembangkit listrik 100 megawatt di Nusa Tenggara Timur oleh perusahaan dari Polandia, PT Telkom juga sudah berivestasi di Hungaria,” ujar Faizasyah di Kantor Kemenlu, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

"Mudah-mudahan melalui forum ini, tidak hanya memberikan pemahaman mengenai potensi negara Eropa Tengah, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun jejaring mitra dagang baru yang saling menguntungkan," lanjutnya.

Adapun volume perdagangan Indonesia dan keempat negara V4 pada 2018 baru mencapai sekitar US$ 1 miliar. Kerja sama yang berkembang antara kedua pihak adalah ekspor produk-produk manufaktur Indonesia. Selain itu, arus kedatangan wisatawan asal negara V4 ke Indonesia juga terus meningkat.

Direktur Eropa II Hendra Halim mengatakan, hingga saat ini sudah ada 73 pengusaha asal negara V4 dan sekitar 50 pengusaha Indonesia terdaftar berpartisipasi dalam bisnis forum ini.

"Mudah-mudahan ada business deal. Saat ini, duta-duta besar di keempat negara tersebut melakukan pendekatan menjajaki kira-kira business deal apa yang bisa ditandatangani di forum bisnis ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kerja sama ekonomi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top