Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Terus Melemah, Produksi Batu Bara Berpotensi Turun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan produksi batu bara sepanjang tahun ini akan berada di bawah realisasi tahun lalu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  15:28 WIB
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan produksi batu bara sepanjang tahun ini akan berada di bawah realisasi tahun lalu.

Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan yang disetujui, target produksi pada awal tahun sebanyak 489,73 juta ton. Pada pertengahan tahun, sebagian perusahaan mengajukan penambahan produksi sehingga target naik jadi sekitar 530 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDMBambang Gatot Ariyono mengatakan tambahan produksi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 557,77 juta ton.

"[Produksi tahun ini] sekitar 530 juta ton, perubahannya plus minus sekitar segitu," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Selasa (8/10/2019). 

Bambang tidak menampik bahwa realisasi produksi pada akhir tahun nanti bisa saja jauh lebih rendah dari proyeksi tersebut seiring dengan harga batu bara yang terus berada dalam tren negatif.

"Kami belum tahu realisasinya, bisa juga lebih rendah karena harga batu bara turun juga sehingga banyak operasi yang tidak optimal," kata Bambang

Memasuki kuartal IV/2019, harga batu bara acuan (HBA) tertekan ke level US$64,8 per ton pada Oktober 2019 sekaligus menjadi yang terendah dalam 3 tahun terakhir.

Untuk diketahui, HBA sepanjang tahun ini terus berada dalam tren penurunan dan hanya sekali mencetak kenaikan bulanan. 

Alhasil, rerata HBA sepanjang periode Januari-Oktober 2019 turun menjadi US$80,22 per ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan rerata HBA pada periode yang sama tahun lalu senilai US$99,72 per ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara kementerian esdm
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top