Potensi Pasar Koridor Timur Jakarta Cerah, Ini Alasannya

Kolaborasi antara para pengembang yang tergabung dalam Komite Koridor Timur bisa membuka wawasan publik bahwa koridor timur Jakarta sangat menjanjikan untuk investasi properti.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  17:54 WIB
Potensi Pasar Koridor Timur Jakarta Cerah, Ini Alasannya
Ilustrasi: Sejumlah petugas mengamati replika Kereta Cepat di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021 - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Potensi pasar properti di koridor timur Jakarta diprediksi kian cerah yang ditandai dengan pembangunan infrastruktur yang masif, akses transportasi yang lengkap, serta pengembangan fasilitas-fasilitas pendukung yang dilakukan sejumlah pengembang.

Director of Sales & Marketing PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja mengatakan bahwa dalam kurun 2 tahun ke depan, pasar properti di koridor timur Jakarta bakal bisa menyaingi kawasan lainnya.

“Sekarang orang masih berbondong-bondong beli properti di kawasan barat Jakarta, tetapi saya rasa ke depannya koridor timur akan jadi sunrise untuk sektor properti,” ujarnya di sela-sela konferensi pers terkait Pengembangan Properti Timur Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Maikel menuturkan bahwa sejak awal pihaknya memang melihat koridor timur Jakarta sebagai kawasan yang sangat potensial untuk pasar properti. Oleh sebab itu, dari 7 proyek yang dikembangkan Pollux saat ini, 3 proyek di antaranya berada di koridor timur Jakarta dengan total luas pengembangan 45 hektare.

“Sejak awal kami melihat koridor timur sangat seksi, salah satunya dapat dilihat dari perkembangan infrastruktur yang masif,” ucapnya.

Meski potensi pasarnya dinilai sangat menjanjikan, Maikel mengatakan bahwa dibutuhkan adanya kolaborasi antara pengembang lainnya untuk menghilangkan citra negatif di mata publik yang memandang kawasan tersebut tidak nyaman karena macet dan polusi.

“Sejauh ini memang perlu dilakukan kampanye positif. Oleh sebab itu, kami bersama pengembang lainnya membentuk Komite Koridor Timur untuk mengubah persepsi publik,” jelasnya.

Maikel berharap agar kolaborasi antara para pengembang yang tergabung dalam Komite Koridor Timur bisa membuka wawasan publik bahwa koridor timur Jakarta sangat menjanjikan untuk investasi properti.

Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat mengatakan bahwa potensi pasar properti di koridor Timur Jakarta sangat menjanjikan karena adanya kawasan industri dan sejumlah institusi pendidikan ternama.

“Jika dibandingkan dengan kawasan barat Jakarta, harga jual di kawasan timur ini masih lebih terjangkau sehingga dapat dilihat bahwa kami sangat optimistis jika koridor timur menjadi tempat yang layak untuk berinvestasi hunian,” ungkapnya.

Untuk menggarap peluang pasar yang ada, Taufik mengatakan bahwa PP properti memiliki total luas lahan 160 hektare di wilayah Bekasi, Cikarang, dan Kertajati yang akan dikembangkan bertahap selama beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, enam pengembang besar bakal bergabung untuk membentuk konsorsium yang bertujuan untuk pengembangan properti di koridor timur Jakarta dengan membentuk Komite Koridor Timur.

Keenam pengembang itu adalah PT Summarecon Agung Tbk., PT Jababeka Tbk., PT Lippo Cikarang Tbk., PT Sirius Surya Sentosa, PT Pollux Properti Indonesia Tbk., dan PT PP Properti Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bekasi, konsorsium

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top