Diperlukan Informasi Terpusat untuk Kurangi Disparitas Harga Tol Laut

Meskipun program tol laut dinilai sangat bagus untuk menyamaratakan distribusi komoditas ke Indonesia timur, dalam eksekusinya selama perjalanan supply atau ruang kapal belum sesuai dengan harapan masyarakat.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 30 September 2019  |  00:41 WIB
Diperlukan Informasi Terpusat untuk Kurangi Disparitas Harga Tol Laut
Kapal Motor (KM) Binaiya meninggalkan dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Meskipun program tol laut dinilai sangat bagus untuk menyamaratakan distribusi komoditas ke Indonesia timur, dalam eksekusinya selama perjalanan supply atau ruang kapal belum sesuai dengan harapan masyarakat.

Masalahnya, informasi ruang kapal masih belum transparan dan jelas untuk diketahui oleh para pengguna jasa.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Jawa Timur (ALFI Jatim) Hengky Pratoko mengatakan bahwa pemerintah perlu menciptakan informasi terpusat untuk meminimalisasi disparitas harga Tol Laut.

"Masih belum ada informasi yang transparan bagi pengguna jasa, sehingga proses pengiriman seringkali terkendala," tuturnya kepada Bisnis pada Minggu (29/9/2019).

Hengki menyebutkan hingga saat ini belum ada kepastian jadwal pasti kapan berangkat secara tepat waktu serta informasi ruang kapal selalu dikabarkan penuh.

"Para operator kapal juga sering mengabarkan apabila kapal mereka telah full. Itu harus dibuat terbuka, kalau bisa penggunaan ruang kapal disesuaikan siapa yang terlebih dahulu mendaftar," lanjutnya.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui jadwal kapal yang jelas, slot ruang kapal bookingnya jelas, sehingga tidak terhambat.

Selain itu, Hengky juga mengeluhkan adanya return cargo yang selalu tidak imbang selama ini sehingga membuat ruang kapal kosong  saat operator berbalik berlayar dari Papua. Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan komoditas di Papua yang dapat disebarkan ke luar Papua. Sehingga biaya operasional kapal untuk berlayar terbayarkan.

"Waktu kapal baik tidak ada barang atau komoditas yang dibawa sehingga biaya balik tidak tertanggungkan. Sebaiknya pemerintah juga melihat komoditas apa yang bisa disebarkan ke luar Papua sehingga ada biaya yang pas untuk itu," tuturnya.

Menurutnya, para pengguna jasa semua menginginkan adanya kejelasan waktu kapan barang mereka dikirim dan sampai ke tempat tujuan, tapi hingga saat ini masih bermasalah pada slot ruang kapal.

Selama kondisi itu ada, siapa pun operatornya, lanjut Hengky. pasti ada tujuan yang relatif agak mahal dibandingkan dengan waktu kembalinya.

"Berangkat murah karena subsidi tol laut, permintaan banyak, ruang terbatas, tidak termuat dan saat balik ke tempat awal akan menghabiskan biaya yang lebih mahal. Ini mengakibatkan kehilangan profit sehingga terjadi harga pasar yang tetap fluktuatif,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tol Laut

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top