Tingkatkan Daya Saing, China Terus Buka Pasar Keuangan

Pemerintah China menegaskan akan terus membuka pasar keuangannya dan mendorong investasi asing. Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan pembatasan aliran dana ke China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 September 2019  |  08:12 WIB
Tingkatkan Daya Saing, China Terus Buka Pasar Keuangan
Shanghai - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China menegaskan akan terus membuka pasar keuangannya dan mendorong investasi asing.

Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan pembatasan aliran dana ke China.

"Kami akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk pembukaan pasar keuangan dua arah yang berkualitas tinggi,” menurut ringkasan dari pertemuan kedelapan Komite Stabilitas Keuangan dan Pengembangan yang diunggah di situs webnya pada Minggu (29/9/2019).

“Kami juga akan terus mendorong lembaga-lembaga keuangan asing dan dana untuk berinvestasi di pasar keuangan domestik guna meningkatkan daya saing dan dinamika sistem keuangan domestik,” lanjutnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Jika direalisasikan, pembatasan pemerintah AS terhadap aliran modal akan menghadirkan titik tekanan baru dalam perselisihan ekonomi antara kedua negara, dan dapat menyebabkan gangguan yang dampaknya jauh melampaui pengenaan tarif oleh satu sama lain.

“Upaya China untuk meningkatkan reformasi dan pembukaan akan melambat dalam jangka pendek, tetapi tidak akan pernah berhenti,” ujar Liao Qun, kepala ekonom China Citic Bank International Ltd.

“China dapat menjelajahi Eropa, Asia Tenggara dan pasar Belt and Road sebagai pengganti AS,” tambahnya.

Pada Jumat (27/9), Bloomberg News melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan langkah-langkah, termasuk menghapuskan perusahaan-perusahaan China dari bursa saham AS.

AS juga disebut mempertimbangkan untuk membatasi eksposur warga Amerika ke pasar Cina melalui dana pensiun pemerintah dan membatasi perusahaan-perusahaan China yang termasuk dalam indeks saham yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan AS.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (28/9), Departemen Keuangan AS mengatakan pemerintah AS tidak bermaksud memblokir perusahaan-perusahaan China dari pencatatan saham di bursa saham AS saat ini.

Namun pernyataan itu tidak membahas atau mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan lain.

Menurut data Departemen Keuangan AS, nilai investasi AS di pasar domestik China terbatas. Per Juni 2019, investor-investor AS memiliki aset keuangan China daratan senilai US$203 miliar.

Nilai tersebut jauh lebih kecil dari kapitalisasi pasar sebesar US$1,2 triliun oleh perusahaan-perusahaan China di tiga bursa utama AS per Februari, menurut laporan Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China.

Dalam dua tahun terakhir, China telah mempercepat pembukaan pasar keuangan, dengan berjanji untuk mengangkat batas kepemilikan asing untuk sekuritas, perusahaan reksa dana dan perusahaan asuransi jiwa pada tahun depan.

Baru-baru ini, pihak regulator membatalkan batas kuota investasi asing. Langkah tersebut memungkinkan dana luar negeri yang memenuhi syarat untuk mendaftar sebelum membeli saham dan obligasi dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top