Japfa Comfeed (JPFA) Ekspor Ayam Beku ke Timor Leste

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melalui anak perusahaannya, PT Ciomas Adisatwa, melepas ekspor perdana karkas ayam beku ke Republik Demokratik Timor Leste dengan volume 36,69 ton. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 September 2019  |  16:46 WIB
Japfa Comfeed (JPFA) Ekspor Ayam Beku ke Timor Leste
Director Corporate Affairs PT Japfa Comfeed IndonesIa Tbk. Rachmat Indrajaya memberi penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melalui anak perusahaannya, PT Ciomas Adisatwa, melepas ekspor perdana karkas ayam beku ke Republik Demokratik Timor Leste dengan volume 36,69 ton. 

Adanya realisasi pengiriman ke negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia itu dinilai sebagai peluang dalam peningkatan ekspor produk perunggasan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengemukakan kebijakan peningkatan ekspor sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia pada menjadi lumbung pangan di dunia pada 2045. Ia mengatakan Kementan terus mendorong pelaku usaha khususnya perunggasan nasional agar mampu melakukan ekspor dan bersaing di perdagangan global. 

"Dalam proses produksi perusahaan integrator [eksportir] diminta dapat melakukan kemitraan dengan para peternak rakyat sehingga dapat maju bersama dalam usaha peternakan," ungkap Ketut dalam keterangan resmi, Selasa (24/9/2019).

Ketut menambahkan peluang pasar produk daging ayam Indonesia di negara Timor Leste masih terbuka lebar. Sebagai catatan,Timor Leste tercatat mengimpor daging ayam sebanyak 4.537 ton dengan nilai US$6,18 juta yang sebagian besar berasal dari Brasil.

Sebagai negara tetangga, Ketut menilai Indonesia harus mampu memanfaatkan keuntungan tersebut dengan terus melakukan ekspor dan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk peternakan Indonesia.

“Momen pelepasan ekspor komoditas peternakan ini dapat memotivasi pelaku usaha lain untuk berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya melalui peningkatan kualitas produksi dan promosi ke negara lain,” sambungnya.

Pelepasan ekspor ini sendiri turut dihadiri oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, didampingi Kepala Badan Karantina Ali Jamil dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani. Dalam sambutannya, Fini mengemukakan produk unggas juga berpotensi menambah devisa negara dengan tren pertumbuhan ekspor beberapa tahun belakangan.

"Nilai ekspor sejak tahun 2015-1018 terus mengalami rata-rata pertumbuhan positif per tahunnya mencapai 27,62% dan 35,03%," kata Fini.

Melansir data BPS dan Pusat Data Kementan, Fini menyebutkan total ekspor komoditas peternakan ke Timor Leste tahun 2018 tercatat mencapai nilai US$9,52 juta, sedangkan sepanjang Januari 2019 sampai dengan Juli 2019 tercatat senilai US$6,26 juta.

Fini juga menjelaskan proses ekspor komoditas subsektor peternakan ke Timor Leste dilakukan setelah sebelumnya import risk analysis oleh tim delegasi Republik Demokratik Timor Leste pada 8-12 April 2019 ke farm Grati I di Pasuruan, Krian chicken slaughterhouse, processing plant dan feedmill di Sidoarjo, kemudian di Bali dilakukan site visit ke unit hatchery di Baturiti.

"Hasilnya, hari ini kami melepas ekspor perdana daging ayam produk Japfa Group dengan merek Best Chicken Ayam Utuh berat 800–1.500 gram sebanyak 36,69 ton ke Timor Leste," tutur Fini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
japfa comfeed, unggas

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top