Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bekraf Gencar Pasarkan Alat Musik Lokal di Pasar Global

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan gencar memasarkan alat musik produksi lokal di pasar global, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 17 September 2019  |  10:16 WIB
Bekraf Gencar Pasarkan Alat Musik Lokal di Pasar Global
ilustrasi. - ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan gencar memasarkan alat musik produksi lokal di pasar global, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.

Bekraf mencatat industri musik baru berkontribusi sekitar 0,94 persen pada nilai produk domestik bruto (PDB) tahun lalu. Namun, pertumbuhan nilai ekspor alat musik stabil tumbuh pada level 5 persen sejak 2016.

Wakil Ketua Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan ekspor alat musik pada semester I/2019 cukup bagus, khususnya ke Eropa. Ricky menduga hal tersebut disebabkan oleh partisipasi Indonesia pada pameran alat musik terbesar di Jerman yakni Musikmesse.

"Bekraf akan mempertahankan pavilion Indonesia di Musikmesse, bahkan akan mempertimbangkan [mengikuti pameran] di L.A. [Los Angeles, Amerika Serikat]," ujarnya kepada Bisnis, Senin (16/9/2019).

Ricky mengatakan peluang distribusi alat musik di pasar lokal maupun global terbuka lebar. Namun, Ricky berpendapat keahlian sumber daya industri alat musik belum dapat menjawab pertumbuhan permintaan eksponensial dalam waktu dekat.

Menurutnya, walaupun konsep orkestra menyerap jumlah alat musik yang banyak, serapan terbesar produk industri alat musik justru alat pendukung seperti selempang gitar.

Ricky mengatakan hal tersebut didorong oleh jumlah musisi hobi yang lebih banyak daripada musisi profesional. Maka dari itu, Ricky menyampaikan pihaknya juga akan memasarkan alat pendukung selain alat musik itu sendiri seperti amplifier, selempang, maupun speaker.

"Misalnya, satu biola ongkos produksinya US$200, produsen bisa jual US$2.500. Tapi, marketnya limited, distribusi pasarnya limited. Walaupun potensi ekspor tinggi, tetap saja jumlah serapan terbatas," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bekraf
Editor : Galih Kurniawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top