Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Masih Butuh PMA Substitusi Impor

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, dalam mendorong investasi langsung, Indonesia tidak bisa hanya fokus mencari Penanaman Modal Asing (PMA) berorientasi ekspor.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 09 September 2019  |  11:10 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti membuka Seminar Perhumas tentang Sistem Pembayaran di Museum Bank Indonesia, Jumat (6/9/2019). - Bisnis/Gloria Fransisca
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti membuka Seminar Perhumas tentang Sistem Pembayaran di Museum Bank Indonesia, Jumat (6/9/2019). - Bisnis/Gloria Fransisca

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menilai selain menggenjot penanaman modal asing berorientasi ekspor, Indonesia masih membutuhkan investasi untuk substitusi impor.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, dalam mendorong investasi langsung, Indonesia tidak bisa hanya fokus mencari Penanaman Modal Asing (PMA) berorientasi ekspor.

Dia menilai Indonesia juga masih harus mendorong PMA berorientasi substitusi impor.

"Keduanya harus seimbang makanya kita mau reindustrialisasi," terang Destry di Museum Bank Indonesia, Jumat (6/9/2019).

Dia menyatakan bahwa saat ini Indonesia masih 76% melakukan impor bahan baku. Sementara itu, ada banyak bahan baku yang bisa diproduksi dalam negeri.

"Beberapa ada bahan mentah dari kita, maka ada aturan DMO [Domestic Market Obligation] untuk nikel, CPO, kita mau ada processing," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

destry damayanti
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top