Kemendag : Pengembangan SDM Buton Utara Dibutuhkan 

Guna meningkatkan potensi produksi dan ekspor produk organik di Kabupaten Buton Utara, Kementerian Perdagangan menilai perlu adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 07 September 2019  |  17:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Guna meningkatkan potensi produksi dan ekspor produk organik di Kabupaten Buton Utara, Kementerian Perdagangan menilai perlu adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Marolop Nainggolan mengatakan, Kabupaten Buton Utara memiliki keunggulan dalam sektor produksi produk organik.

Menurutnya, kapasitas produksi komoditas organik Kabupaten Buton Utara cukup memadai untuk memenuhi pasar ekspor. Hal tersebut juga didukung dengan letak geografis yang strategis karena berhadapan langsung dengan Laut Banda.

"Meskipun demikan, masih diperlukan dukungan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar nilai tambah produk, termasuk produk turunannya, dapat semakin tinggi," ujar Marolop, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (7/9/2019).

Untuk itu, pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendag, akan memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan kawasan guna meningkatkan daya saing produk, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Adapun, sesuai dengan SK Bupati Nomor 17 Tahun 2017, Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten organik dan merupakan satu-satunya kabupaten organik di Indonesia.

Status kabupaten organik memiliki arti seluruh tanaman perkebunan dan pertaniannya diwajibkan menggunakan pupuk organik. Buton Utara memiliki keunggulan dalam mengembangkan produk organik, khususnya untuk empat komoditas, yaitu padi, kelapa, mete, dan rumput laut.

Saat ini Buton Utara mengembangkan kawasan produk organik seluas 7.000 hektare untuk mete, 5.000 hektar untuk kelapa, 7.000 hektare untuk rumput laut, dan 1.200 hektare untuk padi organik.

"Secara kultur, masyarakat Buton Utara sejak dahulu menggunakan sistem organik. Hal itu memberikan kemudahan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencanangan Buton Utara sebagai Kabupaten Organik," ujar Marolop.

Indonesia tercatat memiliki 17.948 produsen organik dengan total lahan seluas 208.000 hektare. Selain itu, Indonesia juga memiliki pangsa organik sebesar 0,4% dari pangsa dunia. Marolop mengatakan produk organik merupakan salah satu produk strategis yang dapat meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia dan diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen organik terkemuka di Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
produk pertanian organik

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top