Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meta Inti Gandeng Kaya Strategic Pasarkan Produk Organik Petani

Pada tahap pertama, kerjasama tersebut mencakup produk beras organik dari petani di Sangeh, Badung, Bali dan juga produk teh dari petani kebun teh di Maleber, Jawa Barat.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  02:42 WIB
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. -  Antara / Arief Luqman Hakim
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. - Antara / Arief Luqman Hakim

Bisnis.com, JAKARTA — PT Meta Inti Duta, perusahaan investasi dan bisnis inkubator menggandeng perusahaan bisnis inkubasi PT Jagad Raya Samastha (Kaya Strategic) untuk mendampingi proses produksi dan juga menampung produk dari para petani binaannya.

Dalam kerjasama tersebut Kaya Strategic akan bertugas untuk pengembangan branding dan pemasaran produk. Pada tahap pertama, kerjasama tersebut mencakup produk beras organik dari petani di Sangeh, Badung, Bali dan juga produk teh dari petani kebun teh di Maleber, Jawa Barat.

PT Meta Inti Duta menargetkan kapasitas produksi petani binaan bisa mencapai 250 ton per tahun dan terus meningkat pada tahun selanjutnya. Sementara untuk produk teh, merek yang akan diproduksi dan dipasarkan sebanyak 1.883 brand.

Direktur PT Meta Inti Duta Roni Pramaditia mengatakan kerjasama tersebut dilakukan didasari keinginan untuk menyejahterakan petani produk organik di seluruh Indonesia. Kerjasama untuk jangka waktu lima tahun ini diawali dengan kerjasama pengembangan produk yang dihasilkan oleh bisnis perseroan dan kerjasama pemasaran dari hasil pengembangan produk tersebut.

"Kami akan berlaku sebagai penyedia produk dan KAYA Strategic sebagai pemasaran," katanya melalui siaran pers, Kamis (27/8/2020).

Roni mengemukakan khusus untuk komoditas beras, pihaknya sudah mengerjakan sejak 2007 di lebih dari 10 provinsi, mulai dari Aceh Besar sampai Merauke. 

Roni menyatakan, produk-produk yang dipasarkan secara langsung kepada konsumen akan mengikuti standar peraturan berlaku dan harus dilakukan sertifikasi terhadap produk maupun terhadap proses produksi. Hal tersebut tentu menuntut penyempurnaan infrastruktur dan equipment yang ada sesuai rekomendasi dari regulator.  

"Harapannya proyek ini bisa berhasil dan tentunya nantinya diperlukan lahan yang lebih luas lagi. Hal ini tidak akan menutup kemungkinan petani atau pekebun di daerah lain untuk menjadi bagian dari proyek ini,” kata Roni.

Direktur Utama KAYA Strategic Nita Kartikasari mengatakan lewat pengembangan merek dan pemasaran yang baik, diharapkan produk pangan organik Indonesia yang terseleksi dengan baik akan bisa memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar. 

"Kami juga ingin muncul brand kebanggaan Indonesia dari hasil bumi dan produksi Indonesia. Sungguh disayangkan jika produk beras atau teh Indonesia dibeli pihak asing, kemudian di-branding dengan merek luar, dikirim kembali ke Indonesia, dan kemudian dibeli konsumen Indonesia dengan harga yang mahal,” kata Nita. 

Dengan kerjasama ini, beras organik jenis menthik susu produksi petani Bali ini akan dipasarkan dengan merek Terrice dan langsung ditargetkan masuk ke pasaran pangan nasional pada tahun ini. 

Menurutnya, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi beras per kapita terbesar di dunia. Dari data Kementerian Pertanian, perhitungan rata-rata konsumsi nasional saat ini mencapai 111,58 kilogram per kapita per tahun. Khusus untuk produk pangan organik, pasar di Indonesia pun diprediksi kian meningkat, bahkan bisa berkembang 15-20 persen per tahunnya. 

Adapun analisa tim KAYA Strategic, dengan asumsi konsumsi kelompok konsumen potensial sebanyak 5 kg per orang untuk setiap bulannya, potensi pasar beras organik bisa mencapai lebih dari 700.000 ton per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm pertanian organik produk pertanian organik
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top