Berbisnis Waralaba Tahun Ini, Bagaimana Prospeknya?

Prospek bisnis waralaba di Tanah Air pada tahun ini diyakini membaik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 06 September 2019  |  13:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Prospek bisnis waralaba di Tanah Air pada tahun ini diyakini membaik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit menyebut, bisnis waralaba di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan positif.

Pada 2018, bisnis waralaba di Tanah Air mengalami pertumbuhan sebesar 3% dengan omzet sebesar Rp150 triliun. Pada 2019, diproyeksikan bisnis waralaba bisa tumbuh 5%.

“Setelah berakhirnya tahun politik dan ditetapkannya pemerintahan baru, saya melihat prospek yang baik kedepannya untuk bisnis waralaba. Didukung oleh kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh pemerintah yang terus mendorong investasi dan pertumbuhan sektor perdagangan,” katanya, Kamis (5/9/2019).

Optimisme ini juga didukung oleh tingginya antusiasme masyarakat pada pameran Franchise and Lisence Expo Indonesia (FLEI) 2019 yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada 13-15 September 2019. FLEI merupakan pameran waralaba yang rutin digelar setiap tahun oleh Reed Panorama Exhibitions bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Wali.

Saat ini sudah ada 4.000 [pendaftar] dan ini masih belum ditutup. Padahal tahun lalu hanya 2000 [pendaftar], ada 350 brand waralaba yang akan terlibat dari 20 negara, tapi masih didominasi oleh Indonesia [dengan persentase] sekitar 70%,” ungkap Levita.

Oleh karena itu, dia menargetkan kenaikan kunjungan hingga 26.000 pengunjung pada FLEI 2019 atau naik sekitar 13% dibandingkan dengan kunjungan pada FLEI 2018.  Selain itu, total nilai transaksi selama pameran FLEI 2019 diharapkan bisa mencapai target US$100 juta atau naik 25% dibandingkan dengan capaian FLEI 2018 yang mencapai US$80 juta.

Terkait dengan  brand waralaba asing yang gencar berekspansi ke Indonesia, Levita menilai hal tersebut tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, waralaba asing tersebut ikut memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian nasional.

“Ambil sisi positifnya, [lisensi waralaba] mereka juga masih dimiliki oleh pengusaha Indonesia, tenaga kerja juga dari Indonesia, dan bahan baku juga pasti lebih banyak diambil dari Indonesia. Pengusaha Indonesia bisa belajar banyak dari waralaba asing yang sudah maju,” ujarnya.

Menurut Levita, saat ini terdapat sekitar 2.000 brand waralaba yang ada di Indonesia. Sekitar 30% dari brand tersebut merupakan brand waralaba asing. Oleh karena itu dia menampik bahwa bisnis waralaba di Tanah Air didominasi oleh brand asing.

Brand asing itu terlihat mendominasi karena cabangnya banyak sekali, satu brand bisa punya ratusan cabang, kalau brand lokal mungkin satu brand cabangnya hanya puluhan, jadi tak terlihat [mendominasi],” paparnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Benny Soetrisno mengatakan, pameran FLEI merupakan salah satu upaya KADIN untuk mewadahi seluruh pelaku usaha waralaba di Indonesia. Diharapkan dengan diselenggarkannya kembali FLEI pada tahun ini akan lahir lebih banyak lagi pengusaha baru dari bisnis waralaba.

“Ini adalah upaya kami untuk mewadahi pelaku usaha waralaba di Indonesia. Kami harapkan pameran ini bisa membantu membangun jiwa entepreneuship kaum muda atau mereka yang masih baru belajar memulai usaha,” katanya di Jakarta, Kamis (5/9).

Lebih lanjut Benny menjelaskan, melalui pameran FLEI 2019 calon pengusaha baru bisa mempelajari lebih lanjut mengenai bisnis waralaba sebelum memutuskan untuk menjadi terwaralaba dari brand tertentu.

Dia menilai bisnis waralaba layak dipilih oleh pemula yang ingin menjadi wirausaha lantaran lebih mudah dijalankan dengan risiko yang lebih minim dibandingkan dengan memulai usaha sendiri dari awal.

Pasalnya, terwaralaba tinggal mempelajari dan menjalankan sistem yang sudah disusun oleh pewaralaba tanpa perlu membangun brand dari awal.

“Anggap saja biaya royalti yang dibayarkan itu biaya yang dikeluarkan untuk belajar,” tegas Benny.

General Manager Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee menambahkan pameran FLEI 2019 diharapkan dapat menyediakan ekosistem lengkap dan terpadu untuk pengunjung yang sedang mencari peluang bisnis waralaba. Pewaralaba dapat bertemu langsung dengan calon terwaralaba maupun pembeli produk yang dimiliki.

 "Potensi bisnis waralaba begitu besar dan kami berharap pameran ini dapat menjadi ajang bertemunya para pelaku industri hingga membuka peluang bisnis dan juga kerja sama," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waralaba, franchise

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top