Proyek Infrastruktur Gencar, Grundfos Fokus Garap Pasar Pengelolaan Air di Indonesia

Produsen pompa, Grundfos, menilai pasar Indonesia bakal prospektif beberapa tahun ke depan seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 04 September 2019  |  13:39 WIB
Proyek Infrastruktur Gencar, Grundfos Fokus Garap Pasar Pengelolaan Air di Indonesia
Suasana pabrik Grundfos - Grundfos.com

Bisnis.com, SINGAPURA – Produsen pompa, Grundfos, menilai pasar Indonesia bakal prospektif beberapa tahun ke depan seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah.

Regional Business Director and Product Portfolio Water Utility Grundfos Asia Pacific Region Tan Chee Meng mengatakan pihaknya mengikuti perkembangan informasi mengenai langkah Pemerintah Indonesia yang fokus melakukan pembangunan infrastruktur.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia maupun perusahaan swasta dalam pembangunan infrastruktur, terutama proyek pengelolaan air bersih dan penanggulangan banjir,” ujarnya di sela-sela Media Tour ke kantor Grundfos Singapura sebelum bertolak ke Denmark, Senin (2/9/2019).

Menurutnya, Grundfos memiliki segmen pasar, seperti industri, water utility, layanan bangunan komersial (commercial building services), dan layanan bangunan domestik (domestic building services).

Dia berharap pemindahan Ibu Kota RI dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur menjadi pendongkrak pertumbuhan bisnis perusahaan yang berbasis di Denmark itu.

“Di sana [Kalimantan Timur] nanti pasti banyak pembangunan proyek gedung, baik untuk kantor, hotel, maupun rumah. Itu membutuhkan pompa untuk distribusi airnya,” ujarnya.

Grundfos, pernah terlibat dalam menanggulangi permasalahan banjir di sejumlah daerah di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, seperti di Pluit Jakarta dan Semarang

Dia menceritakan keterlibatan Grunfos dalam penanggulangan banjir rob di Semarang, Jawa Tengah, berupa pembangunan rumah pompa yang mulai dioperasikan pada akhir 2014.

Perusahaan yang memproduksi 17 juta unit pompa per tahun ini berkolaborasi dengan PT Brantas Adipraya (Persero) dan The Japanese International Cooperation Agency (JICA), dan Pemkot Semarang.

Bahkan, proyek penanggulangan banjir di Semarang senilai US$13,5 juta itu menjadi proyek terbesar sepanjang sejarah grup perusahaan yang berbasis di Bjerringbro, Denmark itu.

Rumah pompa di Semarang itu dilengkapi dengan 8 pompa baling-baling besar dengan kapasitas kolektif untuk bergerak 36.000 meter kubik per detik.

“Itu menjadi rumah pompa terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumber daya air, proyek infrastruktur

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top