Penjualan Lesu, Ritel Inggris Melempem Lagi

Laporan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang ekonomi berdampak pada perilaku konsumen ketika batas waktu Brexit (perpisahan Inggris dari Uni Eropa) pada 31 Oktober mendekat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 September 2019  |  09:45 WIB
Penjualan Lesu, Ritel Inggris Melempem Lagi
Bendera Inggris - public domain

Bisnis.com, JAKARTA – Ritel Inggris kembali lesu pada Agustus tahun ini seiring dengan menurunnya kinerja penjualan.

Menurut laporan British Retail Consortium and KPMG yang dipublikasikan Selasa (3/9/2019), penjualan ritel secara keseluruhan meluncur 0,5 persen pada Agustus 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Barang non-makanan, furnitur, mainan, dan perlengkapan bayi mengalami performa sangat buruk. Namun barang-barang makanan menurun lebih sedikit dibandingkan dengan yang lainnya, ditunjang cuaca musim panas.

“Agustus terbukti menjadi bulan lain yang sangat mengecewakan,” ujar Paul Martin, seorang analis di KPMG, seperti dilansir dari Bloomberg.

“Sudah jelas bahwa untuk sebagian besar pasar ritel, upaya difokuskan pada pertahanan, bukan pertumbuhan, dalam iklim yang merugikan dan tidak menentu ini,” lanjutnya.

Pembelian di dalam toko (in-store pucrhase) memimpin penurunan, dengan turun 3 persen, sedangkan penjualan online pada Agustus tumbuh sekitar separuh dari rata-rata dalam 12 bulan.

Laporan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang ekonomi berdampak pada perilaku konsumen ketika batas waktu Brexit (perpisahan Inggris dari Uni Eropa) pada 31 Oktober mendekat.

Pekan lalu, data yang dirilis institut riset GfK menunjukkan kepercayaan konsumen menyentuh level terendah enam tahun.

Laporan terpisah oleh penyedia layanan pembayaran Barclaycard menunjukkan bahwa lebih banyak warga yang berbondong-bondong memburu potongan harga (diskon).

Kekhawatiran akan kondisi kekurangan jika Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit) memunculkan efek negatif, telah menyebabkan banyak warga mulai menimbun barang-barang tertentu, khususnya dewasa muda.

Seperempat jumlah kalangan berusia 18-34 tahun dilaporkan menimbun cadangan barang sehari-hari seperti makanan kaleng dan perlengkapan rumah tangga.

Di sisi lain, kendala ekonomi tidak cukup untuk menghentikan warga Inggris menikmati cuaca musim panas, sehingga menyebabkan pengeluaran di bar-bar meningkat lebih dari 10 persen dari Agustus tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, ekonomi inggris

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top