Wah, Pelindo III Tanam 50.000 Pohon di Pesisir Pelabuhan Benoa

Penanaman bakau tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda penghijauan area pesisir Pelabuhan Benoa dan meneruskan penanaman bakau tahap pertama yang sebelumnya dilaksanakan Januari 2019.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 02 September 2019  |  12:59 WIB
Wah, Pelindo III Tanam 50.000 Pohon di Pesisir Pelabuhan Benoa
Reklamasi pelabuhan Benoa, Bali - Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III kembali menanam bibit bakau tahap kedua sejumlah 50.000 unit pohon di wilayah pesisir kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Penanaman bakau tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda penghijauan area pesisir Pelabuhan Benoa dan meneruskan penanaman bakau tahap pertama yang sebelumnya dilaksanakan Januari 2019.

Pada tahap pertama, sebanyak 50.000 bibit bakau telah ditanam oleh Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bersama elemen masyarakat dan Pemprov Bali, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, KSOP Pelabuhan Benoa, Distrik Navigasi Pelabuhan Benoa, Polisi Air, Imigrasi, Bea Cukai, Camat Denpasar Selatan, Lurah Pedungan, serta pemangku adat setempat, seperti Kelihan Adat dan Dinas Banjar Sanggaran.

CEO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara I Wayan Eka Saputra menjelaskan pihaknya berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau. 

“Dari awal sudah disampaikan bahwa Pelindo III berkomitmen untuk kenjaga kelestarian lingkungan,” kata Wayan Eka dalam siaran pers, Senin (2/9/2019).

Dia menjelaskan Pelindo III telah mendapatkan rekomendasi dari Puslitbang Hutan Bogor atas sejumlah spesies bakau yang cocok ditanam dalam aksi penanaman bakau di wilayah pesisir Pelabuhan Benoa, a.l. jenis Mukronata, Bulgoera, dan Apikulata.

Kemudian dalam pelaksanaannya, Pelindo III menggandeng UPTD Tahura Ngurah Rai Denpasar untuk mendampingi, mengawasi, dan memonitor tumbuh kembang bakau.

Wayan Eka menjelaskan pada penanaman perdana Januari, selain menanam, pihaknya telah menugaskan tim untuk merawat dan mengawasi agar bibit bakau yang ditanam tumbuh dengan baik. 

"Pertumbuhan bibit bakau telah berhasil 90% sehingga kali ini pihaknya meneruskan penanaman tahap ke II dan tahap selanjutnya hingga wilayah sekitar pesisir pantai semakin hijau,” ujarnya.

Wayan Eka juga menyampaikan komitmen untuk menghijaukan kembali kawasan bakau di sekitar pelabuhan. “Pembangunan di Pelabuhan Benoa telah kami persiapkan sedemikian rupa agar dapat selaras dengan keharmonisan lingkungan sekitar, baik alam, budaya maupun sumber daya manusianya,” katanya.

VP Corporate Communications Pelindo III Wilis Aji Wiranata menyebutkan Pelindo III telah menyiapkan area seluas 1 hektare untuk pembangunaan lokasi Upacara Melasti sebagai bentuk penghormatan terhadap Krama Bali. 

“Amdal untuk pembangunan lokasi upacara Melasti sudah kami siapkan. Saat ini sedang persiapan proses pembangunannya,” katanya.

Pelindo III di area pesisir Benoa wilayah barat jalan dan pintu masuk Pelabuhan Benoa telah mengembangkan area konservasi hutan bakau seluas lebih dari 18 ha. Pengembangan Benoa sebagai gerbang laut masuknya turis mancanegara ke Bali tidak bisa dilepaskan dari pelestarian lingkungan sekitar pelabuhan. 

“Karena dalam industri pelayaran pariwisata kapal pesiar, tentunya selain faktor keamanan yang harus kondusif, faktor kelestarian lingkungan sekitar pelabuhan juga menjadi perhatian karena sangat memengaruhi kualitas kesehatan dan keindahan pelabuhan itu sendiri. Karena itu Pelabuhan Benoa terus dikembangkan dengan konsep pelabuhan ramah lingkungan agar bisa berkelanjutkan dalam memberikan manfaat ekonomi ke masyarakat dan pariwisata Bali," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iii

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top