Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Segini Pinjaman Indonesia di Asian Infrastructure Investment Bank

AIIB menghindari pembiayaan proyek bendungan karena dinilai terlalu sensitif yang disebut-sebut memiliki isu sensitif terhadap lingkungan atau relokasi penduduk.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 02 September 2019  |  07:25 WIB
Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Infrastructure Investment Bank, lembaga keuangan multilateral yang dipelopori China, menargetkan dapat menambah fasilitas pinjaman pembangunan proyek di Indonesia.

Luky Eko Wuryanto, Vice President Chief Administration Officer Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), mengatakan bahwa saat ini jumlah pinjaman Indonesia ke AIIB mencapai US$950 juta dan diharapkan bisa bertambah seiring dengan peningkatan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

"Kira-kira pinjaman Indonesia hampir US$950 juta. Indonesia sekarang kedua, peminjam terbesar di AIIB setelah India, tapi Indonesia banyak sekali punya potensi sebetulnya untuk bisa diajukan ke AIIB," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (30/8/2019).

Luky mengharapkan agar Indonesia dapat merealisasikan pembangunan infrastruktur sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur yang masif.

"Jadi, memang Indonesia dianggap sangat penting sekali karena masih bisa untuk meningkatkan pinjaman lagi dan memungkinkan kalau AIIB bisa lebih banyak membantu Indonesia," katanya.

Luky menambahkan bahwa dengan masuknya AIIB ke proyek-proyek yang ada juga diharapkan bisa membuat keterlibatan investor swasta lebih nyaman.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga dinilai harus melihat lagi proyek-proyek yang belum diajukan ke AIIB yang berpotensi untuk diberikan fasilitas pinjaman. Namun, pihaknya menghindari proyek bendungan karena terlalu sensitif karena bendungan disebut-sebut memiliki isu sensitif terhadap lingkungan atau relokasi penduduk sehingga dengan adanya penambahan proyek-proyek dari Indonesia, target pinjaman AIIB per tahunnya akan tercapai.

"Paling total pinjaman dari seluruh negara baru US$4 miliar—USS4,50 miliar per tahunlah. Ambisi kami ingin lebih banyak lagi bahkan US$8 miliar—US$10 miliar," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan pembiayaan infrastruktur aiib
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top