Tumpahan Minyak Pertamina : Sumur Dimatikan 8 Oktober 2019

Proses mematikan sumur YYA-1 yang menjadi sumber semburan minyak di laut utara Karawang diperkirakan bisa dilakukan pada 8 Oktober 2019, mundur dari target semula pada akhir September 2019.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  15:39 WIB
Tumpahan Minyak Pertamina : Sumur Dimatikan 8 Oktober 2019
Petugas mengumpulkan tumpahan minyak mentah yang tercecer di Laut Utara Karawang, Jawa Barat. Foto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA Proses mematikan sumur YYA-1 yang menjadi sumber semburan minyak di laut utara Karawang diperkirakan bisa dilakukan pada 8 Oktober 2019, mundur dari target semula pada akhir September 2019.

Pengeboran relief well di dekat sumur YYA-1 hingga Senin (26/8/2019) telah tercapai 76,8 persen atau sedalam 6.936 kaki (2.114 meter) dari target 9.030 kaki (2.765 meter).

Dengan realisasi pengeboran saat ini, relief well sudah berjarak 25 kaki (7,62 meter) sejajar dengan sumur YYA-1. Adapun target pengeboran mencapai 9.030 kaki adalah saat titik mata bor menyentuh dinding sumur YYA-1 eksisting untuk selanjutnya dilakukan proses injeksi lumpur.

Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) optimistis dengan capaian pengeboran tersebut, target intercept akan tercapai pada 6 Oktober 2019. Sementara pada 8 Oktober 2019, akan dilakukan killing well atau mematikan sumur. 

Setelah sumur dinyatakan mati, akan dilakukan monitoring selama 2x24 jam untuk memastikan lumpur berat kuat menahan tekanan. Proses monitoring tersebut dilakukan sebelum melanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen. 

Sebelumnya, PHE ONWJ menargetkan sumur YYA-1 dapat dimatikan pada akhir September 2019. Setelah sumur berhasil dimatikan, oil spill atau tumpahan minyak akan lebih mudah ditangani.

Incident Commander PHE ONWJ Taufiq Aditya Warman mengakui awalnya killing well akan dilakukan pada September. Namun, berdasarkan kenyataan di lapangan, target realistis yang dapat dicapai tim ahli adalah pada 8 Oktober 2019. 

Meskipun demikian, dia tetap optimistis, target killing well dapat dilakukan lebih cepat. Pasalnya, dari rencana 19 ranging tools running untuk mencari lokasi sejajar dengan sumur YYA-1, sebanyak 2 ranging tools running mampu dilewati dan dapat dilakukan menjadi 17 kali saja. 

Adapun satu ranging tools running menghabiskan waktu sekitar satu setengah hari hingga dua hari. 

"Kita berupaya maksimal, challenge realistic target saat ini 8 Oktober 2019, mudah-mudahan disitu ada keajaiban, bisa lebih cepat lagi," katanya, Senin (26/8/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, tumpahan minyak

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top