Investasi Domestik Bergairah, Samudera Jual 2 Kapal Supramax Bendera Asing

MV Sinar Kutai dan MV Sinar Kapuas milik Samudera tercatat sebagai aset tersedia untuk dijual dengan nilai US$20,25 juta setelah penyusutan atau setara Rp288,3 miliar. 
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  18:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Grup Samudera menjual dua unit kapal supramax senilai hampir Rp300 miliar untuk mendanai pembelian kapal yang akan melayani rute pelayaran domestik. 

Berdasarkan laporan keuangan PT Samudera Indonesia Tbk. periode 30 Juni 2019, MV Sinar Kutai dan MV Sinar Kapuas tercatat sebagai aset tersedia untuk dijual dengan nilai US$20,25 juta setelah penyusutan atau Rp288,3 miliar (kurs Rp14.235 per dolar AS). 

Kedua kapal pengangkut kargo curah kering dengan bobot masing-masing 57.334 DWT itu dibangun pada 2011. Kapal berbendera Singapura tersebut merupakan aset Foremost Maritime Pte., Ltd. (FMPL), cucu perusahaan Samudera Indonesia, yang berbasis di Singapura. Induk usaha FMPL, Samudera Shipping Line Ltd., tercatat di Bursa Efek Singapura. 

Berdasarkan pengumuman perusahaan di Bursa Efek Singapura, Sinar Kutai dan Sinar Kapuas akan dijual kepada dua pembeli yang berbeda, yang sama sekali tidak berhubungan dengan Grup Samudera.

Para pembeli meminta nama mereka tidak disebutkan hingga serah terima Sinar Kutai dan Sinar Kapuas tuntas. Menurut rencana, kapal akan diserahterimakan pada September 2019.

"Kami mengambil keputusan menjual aset ini karena mendapat deal yang bagus, di mana kami bisa mendapat hasil penjualan yang cukup baik, bisa menutup loanpendanaan kapal, dan bahkan masih menerima cash surplus atas penjualan," kata Direktur PT Samudera Indonesia Tbk. Bani M. Mulia saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (21/8/2019).

Dia menjelaskan hasil penjualan aset akan diinvestasikan untuk kembali membeli bulker, tetapi untuk dioperasikan di perairan Indonesia.  

Bani menjelaskan perseroan melihat prospek cerah pengangkutan kargo curah kering di domestik. Peningkatan investasi smelter dan kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik membuat kebutuhan kapal ikut naik. 

"Kami percaya dengan komitmen pemerintah untuk membela cabotage sehingga kami jual kapal bendera asing untuk investasi di kapal bendera Indonesia," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smelter, samudera indonesia

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top