Kementerian ESDM Dorong Bauran EBT Lewat Pengelolaan Sampah

Pemerintah menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dapat mencapai 23 persen pada 2025.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Agustus 2019  |  17:54 WIB
Kementerian ESDM Dorong Bauran EBT Lewat Pengelolaan Sampah
Proses pencacahan sampah yang telah dipeyeumisasi sebelum dijadikan pelet di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Werdhi Guna di Klungkung, Bali, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Annisa Margrit

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) lewat pengelolaan sampah menjadi energi.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Sutijastoto menjelaskan target utama dari EBT adalah bagaimana cara membuat sesuatu yang baru agar dapat bernilai ekonomis. Dia menilai pengelolaan sampah menjadi energi seperti Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang dilakukan PT Indonesia Power telah mewujudkan target utama tersebut.

Kementerian ESDM juga memberikan apresiasi beberapa peluang dan potensi energi baru yang dapat digarap oleh Indonesia Power untuk membantu mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025. Saat ini, Indonesia Power sedang menggarap 18 Project EBT yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Dalam mencapai target EBT, yang kami utamakan adalah bagaimana kita menciptakan Economy Value, yang tentu saja bisa bermanfaat bagi Indonesia Power," paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (17/8/2019).

Sutijastoto menyampaikan Indonesia Power menjadi perusahaan pembangkit listrik terdepan dalam pengembangan EBT, seperti halnya PLTA Rajamandala yang sangat membantu program Citarum Harum. Pasalnya, air keluaran PLTA Rajamandala dikembalikan ke sungai dan air menjadi lebih bersih setelah disaring di Intelake PLTA Rajamadala.

Indonesia Power juga menyelesaikan masalah gulma enceng gondok dengan dijadikan TOSS yang bermanfaat bagi masyarakat dengan peningkatan ekonomi serta memelihara kelestarian danau dan keandalan pembangkit.

"Diharapkan nantinya Indonesia Power bisa menjadi salah satu fundamental bagi pencapaian target EBT di Indonesia. Mari kita saling bahu membahu melalui sinergi BUMN," tambahnya.

GM Unit Pembangkitan Saguling PT Indonesia Power Rusdiansyah menuturkan perseroan juga melakukan pemanfaatan limbah enceng gondok sebagai briket yang nantinya bisa dijual ke industri tekstil. Manfaat dari hasil olahan limbah ini dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar untuk mesin diesel yang dapat didistribusikan di Jawa Barat, khususnya di Bandung dan sekitarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan, sampah

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top