Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Perlu Rp780 Triliun Bangun 3,9 Juta Rumah

Program sejuta rumah yang telah dimulai sejak 2015 akan kembali dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  15:28 WIB
Program Sejuta Rumah 2015
Program Sejuta Rumah 2015

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan mengungkapkan bahwa dibutuhkan dana Rp780 triliun untuk membangun 3,90 juta rumah guna mengatasi kekurangan pasok hunian atau backlog.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D. Heripoerwanto mengatakan bahwa program sejuta rumah (PSR) yang telah dimulai sejak 2015 akan kembali dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kementerian PUPR pun menargetkan sekitar 3,90 juta unit hunian dapat terbangun dalam kurun 2019—2024.

Menurut Eko, dibutuhkan investasi sekitar Rp780 triliun untuk memenuhi seluruh target yang direncanakan. Namun, pemerintah tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan anggaran untuk menyediakan rumah tersebut sehingga diperlukan kerja sama dengan sektor swasta untuk memenuhinya.

"Pembagian proporsi pendanaan sektor perumahan berupa 20 persen—30 persen dari APBN/APBD dan 70 persen—80 persen dari swasta/masyarakat," tuturnya, Rabu (14/8/2019).

Untuk itu, kata Eko, kini disiapkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang diperlukan.

"Skema pembiayaan alternatif dalam penyediaan perumahan melalui keterlibatan sektor swasta bukan lagi pilihan, tetapi adalah suatu keharusan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

backlog perumahan program sejuta rumah
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top