Green Refinery di Kilang Dumai dan Plaju Bakal Serap 1 Juta Ton CPO Per Tahun

PT Pertamina (Persero) berpotensi menyerap 3.000 ton minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) per hari atau menembus 1 juta ton per tahun untuk pengembangan green refinery di Kilang Dumai dan Plaju.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  18:15 WIB
Green Refinery di Kilang Dumai dan Plaju Bakal Serap 1 Juta Ton CPO Per Tahun
Dua pekerja memeriksa proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menjadi Green Gasoline (bahan bakar bensin ramah lingkungan) dan Green LPG secara co-processing di kilang PT Pertamina (persero) Refinery Unit (RU) III Sungai Gerong, Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) berpotensi menyerap 3.000 ton minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) per hari atau menembus 1 juta ton per tahun untuk pengembangan green refinery di Kilang Dumai dan Plaju.

Saat ini, pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar nabati ditempuh Pertamina dengan cara co-processing dan standalone. Co-processing merupakan pencampuran regum CPO dengan stream kilang (diesel) untuk diolah secara bersama-sama di unit yang ada di kilang Pertamina.

Untuk green diesel, telah dilakukan uji coba di Kilang Dumai pada 2015 dan tahun ini. Ke depan, uji coba akan dilakukan untuk Kilang Cilacap dan Balongan.

Untuk green gasoline, telah dilakukan ujicoba di Kilang Plaju pada 2018 dan tahun ini, sementara untuk Kilang Cilacap dan Balongan, akan dilakukan uji coba dalam dalam waktu mendatang. 

Terakhir, untuk Green Avtur, masih tahap kajian untuk diterapkan di Kilang Cilacap dan Balongan. 

Adapun pendekatan standalone merupakan penggunakan CPO 100 persen tanpa campuran dalam stream kilang yang diolah langsung di unit khusus. Pengolahannya merupakan hasil dari konversi unit kilang eksis menjadi unit standalone biorefinery.

Pendekatan ini akan menghasilkan green diesel seperti penjajakan yang dilakukan Pertamina dan Eni. Rencananya, green diesel akan dikonversi di Kilang Dumai dan Kilang Plaju. Sejauh ini, masih dilakukan kajian teknis dan ekonomis.

Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif menjelaskan proyek green refinery conversion (GRC) yang merupakan rencana kerja sama antara Pertamina - Eni dan akan fokus pada lima program di dua kilang Pertamina.

Untuk Kilang Dumai, akan dilakukan konversi total, konversi sebagian, dan membangun unit baru. Untuk Kilang Plaju, akan melakukan konversi total dan juga pembangunan unit baru.

"Ini baru rencana, bisa menyerap 20.000 barel CPO atau sekitar 3.000 ton per hari. Kami menggunakan oil treatment di sana," tuturnya, dalam Indonesianisme Summit 2019, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, dengan penyerapan optimal CPO untuk bahan bakar nabati, akan memangkas impor crude oil Pertamina sebesar 160.000 barel per hari. Dia menambahkan pencarian alternatif baru selain crude oil wajib dilakukan secara masif dan intensif, mengingat cadangan minyak dunia akan habis dalam tiga dekade mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kilang minyak, pertamina

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top